Penembakan Imam Masjid Di New York, Muslim AS Kian Ketakutan

Imam Masjid di New York Tewas Ditembak, Muslim AS Kian Ketakutan

Shamsi Ali – Imam Besar Islamic Center New York, Amerika Serikat (AS) – sangat mengecam kejadian penembakan imam masjid dan asistennya yang terjadi di Queens, New York, AS. Shamsi mengatakan kalau dia sudah memperoleh informasi penembakan Imam Masjid Di New York tersebut. Shamsi menyampaikan duka yang mendalam bagi umat muslim.

“Tentunya kita kecam peristiwa ini dan juga menyampaikan duka kepada komunitas muslim di AS,” kata Shamsi di Masjid Salman Institut Teknologi Bandung, Minggu (14/8/2016).

Shamsi juga meminta agar kasus itu segera diusut dengan tuntas. Dan berharap pelakunya mendapatkan hukuman yang sesuai dengan peraturan yang berlaku di Amerika Serikat. Shamsi juga menegaskan: “Saya kira hukum harus ditegakkan. Pelaku harus ditangkap dan keadilan harus ditegakkan segera!”.

Ia juga sangat berharap Pemerintah AS segera menyikapi kasus tersebut agar kejadian yang sama tidak terulang kembali. “Yang paling penting adalah bagaimana pemerintah AS segera memberikan perlindungan kepada masyarakat Muslim di AS,” ucap Shamsi.

BACA JUGA: Google Menghapus Palestina Dari Google Maps, Netizen Ramai Ajukan Petisi Online

Peristiwa penembakan sendiri terjadi pada Sabtu (13/8/2016) waktu setempat. Kedua korban ditembak setelah selesai melaksanakan salat berjamaah di Masjid Al-Furqan. Penembakan terjadi tidak jauh dari masjid. Imam diketahui bernama Maulana Akonjee (55) dan asistennya bernama Thara Uddin (64). Keduanya meninggal. Polisi setempat pun terus memburu pelaku penembakan yang melakukan aksinya sendirian menggunakan pistol berukuran besar.

Setelah penembakan imam masjid di New York, Muslim Amerika Serikat (AS) yang berada di dekat lokasi kejadian menjadi cemas dan ketakutan. Bahkan, mereka mengaku insiden ini telah mengancam nyawa mereka.

“Kami (warga AS) merasa tidak aman dan merasa terancam dalam kondisi seperti ini,” ujar salah satu warga yang tinggal di dekat masjid, Millat Uddin, sebagaimana dilansir Express, Minggu (14/8/2016). Lokasi penembakan berada beberapa meter dari Masjid Jame Al Furqan di Ozono Park, Queens, New York.

Peristiwa ini menimbulkan reaksi keras dari komunitas Muslim Amerika. Para pria berkumpul di lokasi penembakan menegaskan bahwa pembunuhan sang imam adalah kejahatan akibat kebencian, dan kedua korban ditargetkan secara spesifik.

“Tidak pernah saya dengar sebelumnya seseorang ditembak di kepala di siang hari, membunuh orang secara brutal, seakan mereka binatang,” kata salah seorang warga Muslim Millat Uddin.

BACA JUGA: Saat Menjadi Tamu Di Gedung Putih Ho Ching, Istri PM Singapura Membawa Tas Tangan Seharga…

Beberapa saksi mata menyebutkan kalau pelaku penembakan memiliki tubuh yang tinggi dengan warna kulit gelap serta membawa senjata yang berukuran besar. Polisi setempat mengatakan kalau kasus penembakan Imam Masjid di New York ini bukanlah kejahatan karena kebencian meski begitu mereka tidak mengatakan motif apa yang mendasari terjadinya pembunuhan ini.

Sampai saat ini, para petugas kepolisian New York masih terus berusaha keras menyelidiki kasus ini dan memburu pelaku penembakan.

Daftar Free Member SB1M - Kursus Internet Marketing

sumber: okezone

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

porno izleücretsiz porno
Diyarbakır escort instagram takipci hilesi ataşehir escort