Ini Dia Alasan Mengapa Wanita Lebih Besar Berisiko Terkena Osteoporosis

Ini Dia Alasan Mengapa Wanita Lebih Besar Berisiko Terkena Osteoporosis

Osteoporosis atau yang biasa dikenal dengan tulang keropos adalah penyakit yang melemahkan tulang dan meningkatkan risiko patah tulang secara tiba-tiba. Banyak kasus osteoporosis yang menyebabkan patah tulang dengan dampak rasa sakit berlebihan pada bagian tulang belakang dan panggul.

International Osteoporosis Foundation memperkirakan bahwa penyakit ini memengaruhi sekitar 200 juta wanita di seluruh dunia. Bila dilihat dari data tersebut, prevalensi terjadinya osteoporosis memang lebih banyak terjadi pada wanita, dibandingkan pria.

BACA JUGA: Ladies, Jagalah Payudara Anda Dari Kanker Payudara Yang Mematikan

Hal ini disebabkan oleh kepadatan tulang wanita pada masa awal pertumbuhan lebih rendah dibandingkan pria. Selain itu, wanita juga akan kehilangan massa tulang mereka lebih cepat seiring dengan bertambahnya usia.

Saat wanita kehilangan massa tulang ini, maka bisa mengarah pada masalah osteoporosis. Wanita mencapai puncak peningkatan massa tulang pada usia 18 tahun, sementara pria ada pada usia 20 tahun. Setelah mencapai puncak peningkatan masa tulang, baik pria dan wanita terus membangun massa tulang dalam jumlah kecil, namun pertambahan massa tulang pada pria tetap jauh lebih besar dibanding wanita.

Untuk itu, sangat baik untuk memberikan asupan gizi yang baik untuk tulang pada masa pertumbuhan seorang anak.

Selain faktor gender, masalah lain yang memengaruhi masalah osteoporosis adalah hormon estrogen.

Hormon estrogen adalah hormon yang membantu dalam pengaturan siklus reproduksi pada wanita. Di samping itu, estrogen juga berperan dalam menjaga kesehatan dan kepadatan tulang baik pada pria ataupun wanita agar tetap kuat. Pada masa premenopause, tingkat estrogen wanita jauh lebih banyak dibandingkan pria. Tetapi ketika wanita memasuki masa menopause, maka akan terjadi perubahan tingkat estrogen seorang wanita. Hal ini memungkinkan untuk seorang wanita kehilangan massa tulang mereka lebih cepat dan mengalami osteoporosis.

BACA JUGA: Apa Sih Fungsi Usus Buntu? Temukan Jawabannya Di sini

Para wanita lebih besar berisiko terkena osteoporosis yang terkait dengan tingkat estrogen, jika mereka mengalami masalah menstruasi yang tidak teratur, penghapusan indung telur, dan menopause dini. Data menunjukkan bahwa wanita yang memiliki lebih banyak estrogen, seperti wanita yang memulai siklus menstruasi lebih awal atau yang telah menggunakan kontrasepsi yang mengandung estrogen, cenderung memiliki kepadatan tulang yang lebih tinggi.

Risiko osteoporosis memang lebih besar terjadi pada wanita, tapi bukan berarti pria tidak perlu mengkhawatirkan masalah ini. Karena penyakit ini bisa menyerang siapa saja.

Kursus Internet Marketing Terbaik Di Indonesia

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

porno izleücretsiz porno
Diyarbakır escort instagram takipci hilesi ataşehir escort