Berhati-hatilah Terhadap 4 Jenis Makanan Pemicu Stroke Ini. Salah satunya Krupuk

4 Jenis Makanan Pemicu Stroke Ini

Jenis makanan pemicu stroke – Stroke sudah menjadi penyakit yang menakutkan karena dapat menyebabkan kelumpuhan dan bahkan kematian. Stroke disebabkan karena adanya gangguan pembuluh darah berupa penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah. Penyakit stroke merupakan penyakit pembunuh no tiga di dunia.

Stoke adalah penyakit tidak menular yang disebabkan oleh adanya gangguan pembuluh darah yakni berupa penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah.Penyakit stroke merupakan penyakit pembunuh ke – 3 di dunia. Lalu bagaimana di Indonesia?

BACA JUGA: Anda Penderita GERD? Inilah 5 Tips Yang Sebaiknya Anda Lakukan Supaya Asam Lambung Tidak Naik

Di Indonesia stroke menjadi penyakit utama penyebab kematian. Jumlah penderita stroke di Indonesia dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Pada Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) jumlah penderita stroke di tahun 2007 usia 45-54 sekitar 8 persen, sedangkan pada tahun 2013 mencapai 10 persen. Selanjutnya jumlah penderita stroke usia 55-64 tahun pada Riskesdas 2007 sebanyak 15 persen, sedangkan pada Riskesdas 2013 mencapai 24 persen.

Dari seluruh jumlah penderita penyakit stroke di indonesia sebagian besar bahkan paling banyak di derita oleh seseorang yang memiliki usia di atas 45 tahun. Meski begitu, penderita usia muda juga menunjukan peningkatan dari segi jumlah.

Banyak faktor yang menjadi penyebab penyakit stroke. Selain karena faktor usia lanjut, maka faktor lain adalah adanya perubahan gaya hidup masyarakat yang saat ini cenderung lebih banyak mengkonsumsi makanan tidak sehat.

Berikut ini adalah beberapa jenis makanan pemicu stroke:

1. Makanan manis

Banyak orang menyukai makanan manis karena menggugah selera. Akan tetapi jika mengkonsumsinya dalam jumlah yang berlebihan bisa meningkatkan kadar gula dalam darah. Adanya kadar gula darah yang tinggi di dalam tubuh, dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah dan jaringan. Yang menyebabkan diabetes, gangguan penglihatan serta kerusakan saraf, juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Efek lain dengan terlalu banyak mengkonsumsi makanan manis adalah dapat menyebabkan obesitas atau kelebihan berat badan. Jika Anda mengalami obesitas maka dapat mengakibatkan penyempitan pembuluh darah yang memicu terjadinya stroke.

2. Daging merah

Jenis makanan pemicu stroke berikutnya adalah daging merah. Mengkonsumsi sajian daging merah sebanyak dua porsi atau lebih setiap hari dapat meningkatkan risiko terkena strok hingga 28 persen bagi pria. Satu sajian daging merah setara dengan 4-6 ons daging.

Bagi wanita yang mengkonsumsi dua sajian daging merah setiap hari memiliki risiko terkena stroke 19 persen lebih tinggi dibandingkan dengan yang makan daging lebih sedikit.

Kandungan lemak jenuh di daging merah mampu menimbulkan plak protein dalam pembuluh darah. Penumpukan plak ini dapat menyumbat arteri sehingga meningkatkan risiko stroke dan penyakit jantung.

3. Keripik, kerupuk dan gorengan

Berbagai jenis camilan seperti donar, kripik, kerupuk atau gorengan sering dijadikan makanan wajib saat menemani aktivitas Anda. Perlu Anda ketahui semua jenis camilan tersebut banyak mengandung lemak trans tinggi yang dapat meningkatkan risiko stroke.

BACA JUGA: Anda Patut Waspada Jika Mengalami Kondisi Aritmia Yaitu Gangguan Irama Jantung. Sebab…

Lemak trans dapat menyumbat saluran pembuluh darah, meningkatkan konsentrasi lipid (lemak) pada tubuh dan dapat meningkatkan kolesterol jahat dalam darah serta menurunkan kolesterol baik.

3. Minuman bersoda

Di setiap minuman bersoda biasanya akan diberi pemanis tambahan. Hasil studi Institute for Health Clinic dan Harvard University Cleveland menyebutkan pemanis tambahan di soda dapat meningkatkan kadar gula darah dan insulin sehingga bisa memicu terjadinya peradangan dan resistensi insulin. Bila keadaan itu terus-terusan terjadi, suplai oksiden melalui pembuluh darah ke otak bisa mengalami penyumbatan akibat zat aktif yang terdapat dalam soda.

4. Makanan kaleng dan cepat saji

Biasanya makanan kaleng dan cepat saji banyak mengandung kadar sodium dan garam tinggi. Jika Anda mengkonsumsi kedua zat ini secara berlebihan dapat meningkatkan risiko terkena stroke.

Sesuai rekomendasi Asosiasi jantung dan Stroke Amerika Serikat jika Anda ingin tetap mengkonsumsi makanan yang memiliki kandungan sodium dan garam maka batas maksimal per hari adalah 1.500 miligram (mg).

BACA JUGA: Kurang Olahraga Adalah Salah Satu Dari 10 Faktor Pemicu Stroke

Oleh sebab itu, Anda wajib untuk membaca label makanan dengan teliti sebelum membeli makanan kaleng dan kemasan. Anda juga harus waspada dengan sodium dalam bentuk lain, misalnya baking soda, baking powder, MSG (monosodium glutamate), disodium phosphate, sodium alginate yang biasanya ada pada ragam kue kering, roti dan snack ringan dalam kemasan.

Pola makan sehat

Kalau Anda ingin mengurangi risiko terkena stroke, maka selain harus menghindari atau mengurangi jenis makanan pemicu stroke di atas, juga Anda harus mengubah pola makanan Anda, dari pola makanan tidak sehat menjadi makanan yang sehat.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

porno izleücretsiz porno
Diyarbakır escort instagram takipci hilesi ataşehir escort