Berhati-hatilah! Apakah Anda Yakin File Digital Yang Anda Hapus, Benar-Benar Terhapus?

Berhati-hatilah! Apakah Anda Yakin File Digital Yang Anda Hapus, Benar-Benar Terhapus?

Saat ini dunia sudah didominasi oleh bentuk digital, mulai dari foto, video, dan berbagai berkas lainnya. Di era sekarang umumnya orang sudah sangat jarang mencetak foto ke dalam bentuk kertas. Dunia digital menghadirkan beragam kemudahan untuk mengurusi dokumen-dokumen tersebut. Namun, apakah file digital yang Anda hapus, benar-benar terhapus dari gadget Anda?

Salah satu fitur menonjol dalam dunia digital adalah kemampuannya menghapus file atau berkas dengan cepat dan mudah. Foto yang jelek, bisa sesegera mungkin kita musnahkan. Fitur ini tentu tak tersedia saat umat manusia belum bersentuhan dengan dunia digital. Foto yang kurang bagus, video yang salah fokus, atau salah ketik saat menulis di mesin tik, adalah harus diselesaikan dengan cara tidak instan.

Namun, benarkah berkas digital atau file digital yang Anda hapus, benar-benar terhapus?

BACA JUGA: Kuota Internet Anda Sering Habis? Mau Tau Cara Menghemat Kuota Internet Di Perangkat Android?

Sebagaimana ditulis PC World, menghapus berkas digital tidaklah benar-benar akan menghapus berkas tersebut. Saat kita mengklik tombol “delete,” berkas hanya akan hilang di layar suatu perangkat atau komputer, bukan hilang dalam artian sebenarnya.

Setidaknya ada beberapa tipe media penyimpanan yang populer kini. Harddisk Drive atau HDD, Solid-State Drive atau SSD, dan media penyimpanan portabel: USB Flash Drive (yang lebih dikenal orang Indonesia sebagai flashdisk) dan Memory Card.

Harddisk adalah sebuah teknologi yang dikenalkan IBM di tahun 1956. Sebuah harddisk atau media penyimpanan lainnya terbagi ke dalam banyak sektor. Sektor-sektor tersebut merupakan penanda letak sebuah berkas. Saat sebuah berkas dihapus, berkas tersebut tidak benar-benar hilang. Berkas tersebut akan tetap ada di sektor tempat ia ditempatkan.

Memang, sistem komputer tidak akan menampilkannya di layar. Sebuah berkas akan benar-benar terhapus atau hilang, jika sektor yang ditempati berkas tersebut ditimpa oleh berkas lain atau overwrite. Selama tidak ada berkas baru yang menimpa, berkas lama masih tetap ada dan sangat mungkin untuk dibangkitkan kembali.

Panduan Lengkap Ebook Tutorial Step by Step Bagaimana Membuat Blog Secara Expert

Cara kerja harddisk ini hampir mirip dengan cara kerja cache. Dalam ilustrasi sederhana, cara kerja cache mirip dengan proses peminjaman buku di perpustakaan. Saat seseorang hendak mengembalikan buku ke perpustakaan, ia memberikan buku tersebut ke seorang pustakawan.

Alih-alih langsung menempatkannya pada rak buku tempat asal buku tersebut, ia malah menyimpan buku tersebut di meja kerja pustakawan. Sistem komputer di perpustakaan telah menandai buku tersebut dikembalikan. Saat seseorang hendak meminjam buku tersebut, ia tinggal bilang kepada si pustakawan, dan dengan mudah ia akan mengambil buku tersebut di mejanya, bukan di rak buku yang seharusnya.

Cara kerja harddisk maupun cache menggunakan prinsip efisiensi. Langsung menghapus berkas akan membutuhkan proses kerja yang lebih banyak.

Pada flashdisk atau kartu memori, penanganan berkas yang dihapus mirip dengan harddisk. Berkas yang dihapus tidak akan hilang selama sektor yang ditempati tidak ditimpa oleh berkas lain. Yang berbeda justru terjadi pada SSD. Begini kira-kira ilustrasi sederhananya.

Anggap saja SSD adalah sebuah perpustakaan, sedangkan berkas-berkas digital dianggap sebagai buku. Perpustakaan terbagi ke dalam beberapa blok, dan di setiap blok terdapat rak-rak buku. Katakanlah, kita hendak memberikan salah satu buku koleksi di perpustakaan tersebut untuk teman kita yang menginginkannya, bagaimana caranya? Tinggal ambil dan berikan? Tunggu, caranya tidak sesederhana bukan. Itu hanya terjadi di dunia nyata.

Dalam konteks SSD, saat kita hendak mengambil sebuah buku dari rak dan memberikannya kepada teman kita, bukan hanya bukunya saja yang harus kita ambil. Kita harus mengambil juga rak tempat buku tersebut disimpan. Lalu bagaimana dengan buku-buku di rak tersebut yang tidak berniat kita berikan pada teman? Buku-buku tersebut akan ditempatkan pada rak sementara. Selanjutnya, buku-buku tersebut akan ditempatkan di rak baru.

Maka, dalam ranah SSD, tidak ada proses overwrite sebagaimana terjadi di media penyimpanan harddisk. Berkas yang dihapus dari SSD akan benar-benar terhapus. Namun, mengingat harga SSD masih jauh lebih mahal daripada Harddisk, media penyimpanan generasi baru tersebut masih belum banyak digunakan.

Bagaimana cara file digital yang Anda hapus, benar-benar terhapus?

  • Gunakan program seperti Darik’s Boot and Nuke (DBAN) yang akan melakukan penimpaan sektor-sektor di Hard Disk dengan berkas-berkas sampah
  • Lakukan format, jangan quick format.
  • Manfaatkan program seperti CCleaner
  • Lakukan recovery media penyimpanan yang akan dihapus
  • Masih khawatir data belum terhapus? Hancurkan media penyimpanan, palu dan linggis akan sangat membantu

Alasan sederhana mengapa file digital yang Anda hapus tidak sungguh-sungguh hilang dari media penyimpanan harddisk ialah faktor pencegahan. Dengan kemampuan mengembalikan berkas yang hilang, berkas yang tidak sengaja terhapus bisa dikembalikan seperti sedia kala.

BACA JUGA: Coba Simak 10 Ciri-Ciri Power Bank Yang Aman Untuk Gadget Anda Sebelum Membelinya

Selain itu, kegiatan-kegiatan jahat melalui media digital juga bisa dapat diminimalisasi. Dengan teknik digital forensik, berkas yang sengaja dihapus para pelaku kejahatan bisa dikembalikan dan bisa dijadikan bukti di persidangan.

Kursus Internet Marketing Terbaik Di Indonesia

sumber:tirto[dot]id

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

porno izleücretsiz porno
Diyarbakır escort instagram takipci hilesi ataşehir escort