Ada 4 Faktor Risiko Berbahaya Jika Anda Sering Makan Tengah Malam Yang Harus Anda Hindari. Apa Saja?

Ada 4 Faktor Risiko Berbahaya Jika Anda Sering Makan Tengah Malam Yang Harus Anda Hindari. Apa Saja?

Bagi sebagian besar orang, makan tengah malam mungkin sudah menjadi kebiasaan, apalagi bagi mereka yang sering pulang larut malam atau orang-orang yang terbiasa begadang. Sebab tidur larut malam sering membuat Anda merasa lapar dan ingin makan.

Pendapat umum mengatakan kalau Anda tidak ingin gemuk maka sebaiknya hindarilah makan kalau sudah mendekati tengah malam. Tapi, apakah pendapat ini benar? Apakah Apakah makan tengah malam dapat membuat gemuk?

Beberapa ahli mengatakan bahwa kalori adalah kalori, tidak peduli kapan Anda makan. Menurut mereka, yang menjadi penyebab kenaikan berat badan adalah asupan kalori yang lebih banyak daripada kalori yang dibakar oleh tubuh.

BACA JUGA: Berhati-hatilah!!! Jangan Sepelekan Penyakit Asam Lambung Sebab Dapat Menyebabkan Kematian

Kelly Allison dari University of Pennsylvania School of Medicine’s Center for Weight and Eating Disorders mengatakan bahwa banyak penelitian tentang makan di malam hari yang melibatkan hewan, pekerja shift malam, dan orang yang mempunyai night eating syndrome.

Penelitian-penelitian ini cenderung menunjukkan bahwa makan pada malam hari membuat tubuh menyimpan kalori dari makanan tersebut dalam bentuk lemak daripada membakarnya, sehingga menyebabkan kenaikan berat badan.

Ada beberapa alasan mengapa orang makan di malam hari, misalnya orang tersebut memang lapar. Atau bisa juga karena sekedar ingin melampiaskan rasa bosan atau stres. Dan banyak orang yang tidak sadar kalau dia sudah makan banyak makanan saat malam hari, karena terlalu asyik makan sambil nonton TV/Film, atau bermain game.

Biasanya makanan yang dipilih adalah yang mengandung tinggi kalori, seperti snack dalam kemasan, biskuit, coklat, atau permen.

Lalu apa yang terjadi pada tubuh Anda kalau Anda makan tengah malam?

Tips Dan Rahasia Agar Diterima Kerja

Menurut Satchin Panda, Profesor di Regulatory Biology Laboratory The Salk Institute in La Jolla, California seperti dilansir dari health.com, mengatakan yang terjadi pada tubuh saat tubuh menerima asupan makanan di waktu tengah malam. Di malam hari, tubuh ternyata membakar lemak saat tidur.

Glikogen dalam tubuh diubah menjadi glukosa dan dilepaskan ke aliran darah untuk menjaga kadar gula darah tetap normal saat tidur. Ketika cadangan glikogen habis, hati akan membakar sel lemak untuk dijadikan energi.

Tubuh membutuhkan waktu beberapa jam untuk melakukan proses tersebut sampai cadangan glikogen terpakai. Sehingga, jika Anda makan larut malam dan paginya Anda juga sarapan, tubuh tidak mendapatkan kesempatan untuk membakar lemak karena Anda sudah mulai mengisi cadangan glikogen lagi.

Panda juga menambahkan bahwa tidak makan setidaknya selama 12 jam di malam hari dapat memberikan tubuh Anda waktu untuk membakar semua cadangan glikogen yang ada dan juga lemak setiap malam.

Mungkin itulah sebabnya ketika Anda sering makan tengah malam dekat dengan waktu tidur, Anda dapat mengalami kenaikan berat badan. Selain itu, aktivitas yang Anda lakukan di malam hari tentu sangat sedikit sehingga jika Anda makan sebelum tidur, tubuh tidak langsung mengubah makanan yang Anda makan menjadi energi, melainkan akan menyimpannya sebagai cadangan energi.

Apa saja akibat yang ditimbulkan jika makan tengah malam? Makan di malam hari dan dekat dengan waktu tidur dapat menyebabkan gangguan pencernaan juga gangguan tidur.

Seperti dilansir hellosehat.com, beberapa dampak negatif yang ditimbulkan saat Anda makan tengah malam dan setelah itu langsung tidur, antara lain:

1. Gangguan asam lambung

Gangguan asam lambung alias heartburn atau GERD terjadi ketika asam lambung naik ke esofagus setelah makan dan menyebabkan rasa panas atau terbakar di sekitar dada. Tidur setelah makan dapat memicu hal ini terjadi. Untuk mencegah naiknya asam lambung, sebaiknya tidak makan makanan yang pedas dan yang mengandung lemak serta asam yang tinggi pada malam hari.

2. Kenaikan berat badan

Yang menyebabkan kenaikan berat badan adalah jenis makanan yang dimakan pada malam hari, dan porsinya. Pada malam hari, biasanya orang cenderung memilih makanan yang tinggi karbohidrat dan lemak, dengan porsi yang tidak sedikit. Hal inilah yang menyebabkan kenaikan berat badan.

3. Insomnia

Terlalu banyak makan pada malam hari dapat menyebabkan insomnia. Konsumsi minuman yang mengandung alkohol dan kafein dekat dengan waktu tidur juga dapat menyebabkan insomnia.

4. Komplikasi asma

Penelitian Sontag, et al. (2004) pada 261 orang dengan asma dan 218 orang tanpa asma menunjukkan bahwa partisipan yang mempunyai asma dan mempunyai kebiasaan makan sebelum tidur mempunyai gejala Gastroesophageal Reflux (GERD) dengan frekuensi yang lebih sering, seperti batuk dan sesak napas, dibandingkan dengan partisipan tanpa asma.  Kebiasaan makan sebelum tidur membawa dampak yang serius pada orang dengan asma.

Lalu, jam berapakah sebaiknya makan malam terakhir yang harus dianjurkan?

BACA JUGA: Apa Saja Penyakit Yang Mungkin Muncul Akibat Anda Jarang Mengganti Seprei?

Jika Anda sedang menurunkan berat badan, sebaiknya paling lambat Anda makan malam pada pukul 8 dan usahakan makan 3 jam sebelum tidur. Langsung tidur setelah makan dapat menyebabkan asam lambung naik dan menyebabkan heartburn, seperti yang telah dijelaskan di atas.

Sebaiknya hindari makanan pedas dan berlemak untuk dikonsumsi pada malam hari agar tidak mengalami heartburn. Dan juga, batasi konsumsi minuman berkafein agar Anda bisa tidur lebih lama dan lebih nyaman.

Cara Mendapatkan Income Dari Bisnis Online Di SB1M

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

porno izleücretsiz porno
Diyarbakır escort instagram takipci hilesi ataşehir escort