Yuk Mengenal Apa Itu Penyakit Difteri, Penyakit Menular yang Mematikan

Yuk Mengenal Apa Itu Penyakit Difteri, Penyakit Menular yang Mematikan

Penyakit difteri yang menyerang anak-anak dan orang dewasa telah mewabah di berbagai wilayah Indonesia. Apa itu penyakit difteri?

Sejak November 2017, kasus infeksi difteri di Jawa Barat mencapai 109 kasus dengan 13 orang diantaranya meninggal dunia. Kementerian Kesehatan pun telah menetapkan kasus ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Awalnya, penyakit difteri sering dikira sebagai penyakit umum seperti influenza. Hal ini karena gejalanya mirip dengan penyakit influenza. Difteri merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae. Penyakit ini banyak terjadi pada anak usia tiga hingga 14 tahun.

Difteri dianggap sebagai penyakit yang cukup berbahaya karena penyakit ini dapat mengakibatkan penyumbatan di saluran pernapasan bagian atas.

Selain itu, difteri juga dapat mengakibatkan infeksi pada otot jantung akibat infeksi dari racun yang dikeluarkan oleh bakteri penyebab difteri. Penyakit ini biasanya akan menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan.

Gejala penyakit difteri yang perlu Anda perhatikan antara lain:

1. Anak mengalami demam hingga menggigil.
2. Anak mengalami sesak napas atau napas menjadi lebih cepat.
3. Seringkali anak mengalami sakit tenggorokan dan suaranya menjadi serak. Bila diperhatikan, akan ada selaput tipis berwarna keabu-abuan pada tenggorokan anak yang tak mudah lepas dan mudah berdarah.
4. Anak lemas dan lemah.

13 orang resign dari kantor
Masa inkubasi difteri berlangsung selama dua hingga tiga hari. Penularan difteri tergolong sangat mudah, yaitu melalui droplet atau percikan ludah dari penderita sebelumnya maupun dari karier (pembawa) penyakit difteri baik anak maupun dewasa. Orang yang merupakan karier difteri ini seringkali terlihat sehat sehingga sulit terdeteksi.

Salah satu cara untuk mencegah penyakit difteri adalah dengan memberikan vaksinasi DPT. Vaksin DPT (Difteri Pertusis dan Tetanus) merupakan vaksin mati yang diberikan tiga kali pada umur 2, 3, dan 4 bulan.

Lengkapi vaksinasi ini dengan ulangan 1 pada satu tahun setelah imunisasi DPT 3, dan ulangan 2 saat anak usia prasekolah (5 tahun).

BACA JUGA:




Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

porno izleücretsiz porno
Diyarbakır escort instagram takipci hilesi ataşehir escort