Waspadalah! Ternyata Gula Cair Lebih Berbahaya Dibandingkan Gula Pasir

Waspadalah! Ternyata Gula Cair Lebih Berbahaya Dibandingkan Gula Pasir

Baik dalam bentuk cair atau padat, gula pada umumnya memiliki jumlah kalori yang sama yaitu 4 kalori/gram. Namun terdapat pendapat yang menyatakan gula cair lebih tidak sehat dibandingkan gula padat. Benarkah itu?

Pada dasarnya, konsumsi gula berlebih tidak baik bagi kesehatan karena dapat memicu penimbunan lemak tubuh lebih banyak, dan mengganggu keseimbangan glukosa darah. Baik dalam bentuk cair ataupun padat, gula tetap dapat menyebabkan kecanduan sehingga kita lebih ingin memakan atau meminum minuman manis.

Mengapa gula cair lebih berbahaya?

BACA JUGA: ((( WOW ))) Dokter Di Tiongkok Berhasil Menumbuhkan Telinga Baru Di Lengan Manusia

Meskipun yang lebih utama adalah berapa banyak gula yang Anda konsumsi, terdapat beberapa alasan yang menyebabkan gula cair lebih berisiko menyebabkan masalah kesehatan dibandingkan gula padat, diantaranya:

Gula cair sering tersembunyi

Pada kenyataannya hampir setiap minuman kemasan dan sajian di tempat makan memiliki kandungan gula yang cukup tinggi, atau sedikitnya 100 kalori atau sekitar 20-30 gram gula per 350 ml. Gula cair pada minuman biasanya merupakan gula tambahan, namun memiliki kadar yang lebih tinggi dari minuman dengan bahan dasar susu atau buah yang juga sudah memiliki jenis gula laktosa dan fruktosa.

Lebih mungkin menyebabkan kecanduan manis

Meskipun memiliki kadar kalori yang cukup tinggi, gula pada minuman tidak menyebabkan rasa kenyang namun justru dapat meningkatkan keinginan makan lebih banyak. Selain itu, tubuh dan otak juga tidak merespon minuman manis sama dengan merespon makanan manis. Akibatnya, kita akan tetap merasa lapar meskipun batasan kalori harian sudah terpenuhi.

Salah satu penelitian telah membuktikan kedua hal tersebut dengan percobaan konsumsi 450 kalori dari jelly bean dan minuman bersoda. Individu yang mengonsumsi makanan manis dalam bentuk jelly bean cenderung merasa lebih kenyang dan memakan makanan lebih sedikit, sedangkan individu yang meminum soda tidak merasa kenyang dan lebih banyak dan pada akhirnya lebih banyak mengonsumsi kalori.

Risiko kesehatan akibat konsumsi gula cair

Konsumsi gula cair berlebih akan meningkatkan asupan kalori yang signifikan dan meningkatkan risiko beberapa masalah kesehatan, di antaranya:

1. Kegemukan

Konsumsi minuman manis akan membuat Anda lebih berisiko dengan konsumsi kalori berlebih. Salah satu penelitian pada tahun 2015 menunjukan bahwa indidvidu yang mengalami obesitas lebih banyak ditemukan pada yang mengonsumsi gula cair lebih banyak. Kelebihan konsumsi gula cair sebanyak 10 gram atau sekitar 40 kalori dari kebutuhan kalori per hari, akan meningkatkan berat badan sekitar 0,4 kg gram dan peningkatan lingkar pinggang sekitar 0,9cm.

2. Peningkatan kadar glukosa darah

Ini merupakan faktor penting dalam perkembangan penyakit diabetes mellitus dan hal ini dapat terjadi mulai dari masa anak-anak jika mereka mengonsumsi makanan atau minuman manis. Salah satu penelitian pada anak umur 10-12 tahun di Kanada menemukan setelah dua tahun pengamatan, anak-anak yang banyak mengonsumsi minuman manis memiliki kadar gula darah dan kadar insulin yang lebih tinggi dibandingkan anak yang mengonsumsi minuman manis lebih sedikit. Hal ini adalah pertanda bahwa tubuh tidak merespon konsumsi glukosa dengan tepat dan dapat menyebabkan kondisi pradiabetes hingga diabetes pada usia yang lebih dini.

3. Risiko penyakit jantung

Konsumsi gula berlebih terutama dari gula cair dapat memicu sekresi komponen lemak seperti trigliserida lebih banyak ke dalam aliran darah. Akibatnya, hal ini akan meningkatkan perkembangan plak pada pembuluh darah dan menyebabkan kerusakan pada jantung. Hal serupa akan lebih mungkin dialami oleh indivdu dengan obesitas dan gejala diabetes dengan pola konsumsi tinggi gula, di mana terjadi peningkatan kadar gula darah dan lemak yang dapat mempercepat arteri koroner jantung.

BACA JUGA: Inilah Cara Mengurangi Sakit Migrain Dengan Rutin Konsumsi 6 Jenis Makanan Ini

Jadi, apakah gula cair benar-benar berbahaya?

Gula cair pada minuman manis akan berbahaya jika kita tidak mengendalikan pola konsumsi tinggi gula secara keseluruhan. Hal ini dikarenakan obesitas dan peningkatan kadar gula darah akan lebih mungkin terjadi jika kita mengonsumsi karbohidrat sederhana seperti glukosa berlebih.

Sebaliknya, gula cair tidak akan berbahaya jika kita mengimbanginya dengan mengurangi kalori dari makanan sumber karbohidrat seperti nasi dan roti, dan tetap memakan buah dan sayuran. Meskipun tidak memberikan rasa kenyang, Anda sebaiknya mempertimbangkan juga untuk menghindari minuman manis atau mengurangi asupan kalori jika dalam satu hari mengonsumsi minuman manis sekitar 600-700 ml, karena sudah memenuhi sedikitnya ±200 kalori dari kebutuhan harian.

DAFTAR FREE MEMBER - SB1M - Sekolah Internet Marketing Dan Bisnis Online

sumber: hellosehat.com

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *