WASPADALAH!!! Berlebihan Konsumsi Minuman Berenergi Dapat Mengakibatkan Hepatitis

WASPADALAH!!! Berlebihan Konsumsi Minuman Berenergi Dapat Mengakibatkan Hepatitis

Anda termasuk yang suka mengonsumsi minuman berenergi? Sebaiknya Anda harus waspada dan mulai mengurangi atau lebih memperhatikan kondisi kesehatan sebelum menikmati minuman tersebut. Jika tidak, apa yang terjadi pada pria ini, bisa juga terjadi kepada Anda.

Seorang pria di Amerika Serikat terkena hepatitis akut sebab mengonsumsi minuman berenergi secara berlebihan.

Identitas pria 50 tahun yang dirahasiakan oleh dokter tersebut, dilaporkan dirawat di salah satu rumah sakit akibat kerusakan hati yang parah. Hal ini disebabkan konsumsi minuman berenergi yang berlebihan. Dalam satu hari, pria ini minum antara 4-5 kaleng.

BACA JUGA: Anda Penderita GERD? Inilah 5 Tips Yang Sebaiknya Anda Lakukan Supaya Asam Lambung Tidak Naik

Alasan yang disebutkan oleh pria tersebut adalah agar bisa tetap terjaga saat bekerja. Namun kenyataannya, minuman energi tersebut malah membuatnya anoreksia dan nyeri daerah perut parah.

Kejadian bermula saat dia mengeluh sakit perut dahsyat hingga mual dan muntah. Awalnya, itu dianggap sebagai gejala masuk angin. Kekhawatiran makin menjadi saat tiba-tiba kulitnya menguning. Para dokter di University of Florida College of Medicine menyebutkan bahwa gejala tersebut adalah tanda hepatitis akut yang menyerang liver atau hati.

Selama ini biasanya hepatitis lebih sering dihubungkan dengan tingginya konsumsi alkohol atau penggunaan narkoba. Namun pria ini sama sekali tidak konsumsi alkohol, merokok, atau menggunakan obat-obatan.

Penelusuran lebih lanjut didapatkan ternyata kebiasan pria ini mengonsumsi minuman berenergi membuatnya overdosis vitamin B3. Vitamin B3 dalam bentuk niasin ini terdapat dalam konsentrasi tinggi pada minuman energi.

Di dalam setiap botol minuman berenergi ada terdapat 40 mg niasin atau 200 persen dari rekomendasi harian. Sedangkan pria ini mengonsumsi empat hingga lima botol per hari selama lebih dari 21 hari secara berturut-turut.

Setelah dirawat selama enam hari, pasien tersebut diminta menghentikan konsumsi minuman energi. Para dokter pun mengingatkan konsumen untuk sadar risiko kandungan minuman energi.

Menurut para dokter, jumlah berlebih dari vitamin dan zat nutrisi lainnya seperti niasin secara tidak terkendali dapat jadi akumulasi yang berbahaya dan beracun.

Dengan meningkatnya popularitas minuman energi, para dokter juga harus sadar akan dampak yang berkaitan dengan aktivitas konsumsi dan menanyakan kepada pasien, seperti yang terjadi pada pria sehat dengan hepatitis akut tersebut. 

Para dokter berharap ada edukasi tentang potensi risiko dari konsumsi berlebihan minuman energi, dan dengan demikian banyak peradangan liver yang dapat dicegah atau paling tidak segera diidentifikasi dan terobati dengan tepat.”

BACA JUGA: Inilah Solusi Mengatasi Biaya Pengobatan Yang Mahal 3 Jenis Penyakit Kritis Ini

Sejak tahun 2006 maka konsumsi minuman berenergi mengalami lonjakan luar biasa. Di Inggris terjadi peningkatan konsumsi hingga 150 persen dalam satu dekade terakhir. Pihak produsen minuman ringan di Inggris mengemukakan bahwa pada dasarnya niasin atau vitamin B3 dapat ditemukan dalam berbagai makanan alami seperti daging, ikan, telur, atau susu.

Menurut Gavin Partington, direktur umum the British Soft Drinks Association, semua bahan minuman berenergi aman untuk dikonsumsi oleh semua orang di dunia, namum harus dikonsumsi dalam jumlah sedang sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *