Waspadalah! Berikut Ini Adalah 4 Jenis Obat Yang Dapat Mempengaruhi Ereksi, Orgasme, Dan Gairah Seks Anda

4 Jenis Obat Yang Dapat Mempengaruhi Ereksi, Orgasme, Dan Gairah Seks Anda

Seperti yang Anda ketahui, hampir sebagian besar obat yang ada saat ini memiliki efek samping, mulai dari yang ringan sampai yang berat. Mungkin efek samping yang paling ringan atau yang umum adalah mual dan mengantuk. Selain efek yang disebut di atas, maka ada juga jenis-jenis obat yang dapat mempengaruhi ereksi, orgasme, dan gairah seks Anda.

Apa sajakah 4 jenis obat yang dapat mempengaruhi ereksi dan gairah seks tersebut? Yuk disimak.

1. Obat Antidepresan dapat menghambat orgasme

Prozac, Paxil, Zoloft, dan Lexapro yang merupakan jenis obat antidepresan Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI) diketahui dapat merusak suasana mesra. Satu penelitian yang dilakukan di Irlandia menemukan bahwa tiga perempat orang mengalami disfungsi seksual ketika menggunakan jenis obat-obatan di atas.

Menurut Tobias Khler, M.D., seorang urolog di Southern Illinois University School of Medicine mengatakan salah satu keluhan paling umum yang muncul adalah ejakulasi yang tertunda, yang berarti Anda memiliki kesulitan mencapai orgasme. 

BACA JUGA: Jika Tidak Ingin Sperma Anda Loyo, Hindari 8 Hal Ini

SSRI akan memanipulasi neurotransmitter di otak, yang dapat menunda respons ejakulasi. Jenis obat-obatan ini juga memiliki efek menurunkan testosteron, yang juga dapat mengganggu
kemampuan ejakulasi Anda.

Tinjauan ilmiah di Irlandia menemukan bahwa hanya 14 persen dari pasien yang memakai jenis obat bupropion yang melaporkan disfungsi seksual. Bahkan, mereka melaporkan adanya peningkatan libido dan orgasme lebih intens.

2. Obat tekanan darah mempengaruhi ereksi bahkan menyebabkan disfungsi ereksi

Steven Lamm, M.D., direktur medis dari NYU Langone menyebutkan kalau beberapa jenis obat untuk tekanan darah tinggi seperti beta blocker dan diuretik, dapat menyebabkan disfungsi ereksi.

Walaupun jenis obat-obat tersebut baik bagi jantung Anda, namun tidak untuk organ intim Anda. 

Beta-blocker bisa menurunkan tekanan darah dengan cara mengganggu sistem saraf simpatik Anda, sementara diuretik membantu mengendurkan dinding pembuluh darah. Karena aliran darah ke penis berkurang maka penis akan sulit untuk mengeras.

Dr. Lamm mengatakan kalau ada obat jenis lain yang bisa menurunkan tekanan darah dan tidak memiliki efek jelek bagi ereksi, seperti ARB, inhibitor ACE, atau calcium channel blockers.

3. Obat penghilang rasa sakit dapat menurunkan kadar testosteron Anda

Obat penghilang rasa sakit seperti Opioid akan merusak zat kimia di otak yang memiliki fungsi untuk memberi tahu testikel agar menghasilkan testosteron. Dengan jumlah kadar testosteron yang rendah akan membunuh libido dan ereksi Anda.

Kalau memang Anda harus mengkonsumsi obat penghilang rasa sakit, maka sebaiknya Anda minta ke dokter Anda agar memeriksa kadar testosteron Anda terlebih dahulu. nda mungkin perlu untuk mengonsumsi dua jenis obat, penghilang rasa sakit dan pendorong hormon testosteron untuk menyeimbangkan keduanya.

BACA JUGA: Apakah Alasan Ilmiah Mengapa Pria Mengalami Ereksi Setiap Pagi?

4. Obat tidur dapat menyebabkan ereksi berkepanjangan

Bagi orang-orang yang mengalami kesulitan masalah tidur, maka dokter sering memberi resep obat antidepresan dan obat penenang sepeerti Trazodon. Betul bahwa pil ini dapat membantu orang yang punya masalah tidur. Namun pil ini juga diketahui dapat menyebabkan ereksi yang berlansung lama, lebih dari empat jam.

Di tahun 2015 pernah dilakukan sebuah studi dan hasilnya adalah ditemukan 10 dari 13 pasien yang memakai Trazodon, akhirnya tak meneruskan pengobatan karena merasa menderita dengan efek samping yang ditimbulkan, termasuk efek samping berupa ereksi berkepanjangan.

Kalau organ intim Anda tetap keras selama itu, berarti ada darah terperangkap di penis Anda. Priapisme atau ereksi berkepanjangan dapat menyebabkan sakit parah, kerusakan jaringan, dan bahkan disfungsi ereksi permanen. 

Jika Anda mengalami ereksi berkepanjangan dan berlangsung lebih dari empat jam, maka Anda membutuhkan pengobatan agar terhindar dari efek jelek yang disebut di atas,

Untuk itu, berhati-hatilah saat mengkonsumsi jenis-jenis obat yang dapat mempengaruhi ereksi, orgasme, dan gairah seks Anda.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *