Video: Detik-detik Yang Mengerikan Ledakan Bom Gereja di Mesir

Video: Detik-detik Yang Mengerikan Ledakan Bom Gereja di Mesir

Sebuah rekaman CCTV menangkap momen menakutkan saat pelaku bunuh diri yang meledakkan gereja di kota Alexandria Mesir, Minggu (9/4/2017). Kejadian ledakan bom gereja itu sendiri akhirnya menewaskan 17 orang.

Padahal, beberapa jam sebelumnya sebuah bom gereja juga meledak di dalam gereja St. George di Tanta, 130 kilometer sebelah tenggara dari Alexandria. Insiden ini menewaskan sedikitnya 27 orang dan mencederai 78 orang lainnya. Ledakan ini menyebabkan banyak furniture yang terbalik serta menghancurkan jendela gereja.

Dalam video bom gereja tersebut, terlihat seorang pria mengenakan sweater biru mencoba untuk memasuki gereja St. Mark di Alexandria.
Beberapa detik kemudian, sebuah ledakan besar meletus menjadi bola api. Serangan tersebut membuat kondisi gereja berantakan.

Tak lama kemudian, Negara Islam (ISIS) mengaku bertanggung jawab atas kedua ledakan yang terjadi di Mesir tersebut. Serangan yang mengejutkan ini terjadi pada awal Pekan Suci menjelang Paskah.





Paus Tawadros II selaku pemimpin gereja Koptik yang rencananya akan bertemu dengan Paus Francis pada tanggal 28 April dan 29 April 2017 tersebut berada di gereja Alexandria pada saat pemboman terjadi. Untungnya, Yawadros tidak mengalami luka yang serius.

Aksi pemboman ini menjadi hari yang paling mematikan bagi orang Kristen dalam beberapa dekade dan yang terburuk sejak serangan bom di sebuah gereja di Kairo pada bulan Desember tahun lalu yang menewaskan 30 orang.

Saat ini Mesir pun menyerukan sebagai negara tiga bulan darurat. Sekarang ini di Mesir ada terdapat sekitar 10 persen warga Kristen dari total penduduk Mesir. ISIS mengklaim dua pembom bunuh diri Mesir tersebut bernama Abu Ishaq al Masri dan Abu al Baraa al Masri. Kedua pelaku ini sebelumnya telah bersumpah akan melakukan serangan terhadap umat Kristen.

Tonton juga video ini:

Berikut ini video rekaman CCTV bom gereja di Mesir selengkapnya:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *