SBY Kini Memuji Langkah Yang Telah Diambil Oleh Presiden Jokowi Dan Sri Mulyani Indrawati

SBY Kini Memuji Langkah Yang Telah Diambil Oleh Presiden Jokowi Dan Sri Mulyani

Pada reshuffle kabinet jilid II pada 27 Juli 2016 lalu, maka Presiden Joko Widodo resmi mengangkat Sri Mulyani Indrawati menjadi Menteri Keuangan Indonesia menggantikan Bambang Brodjonegoro. Sri Mulyani yang lahir di Lampung, 26 Agustus 1962 ini pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Langkah yang telah ditempuh oleh Presiden Jokowi mendapat pujian dari SBY melalui akun Twitternya.

Sri Mulyani ditunjuk menjadi Menteri Keuangan oleh SBY pada 5 Desember 2008. Pada 5 Mei 2010, Sri Mulyani menyampaikan surat pengunduran diri kepada SBY. Kabar yang beredar, pengunduran ini terkait kasus Century. Setelah mengundurkan diri, Sri Mulyani akhirnya pindah ke Bank Dunia dan jabatan terakhirnya adalah Direktur Pelaksana Bank Dunia.

BACA JUGA: Risma: Tak Bernafsu Menjadi Gubernur DKI. Ingin Tetap Menjadi Wali Kota Surabaya

Sekarang, Sri Mulyani telah resmi menjadi bagian dari pemerintahan Jokowi dan sudah mengeluarkan beberapa kebijakan baru. Salah satu kebijakannya adalah pemangkasan anggaran. SBY turut memuji langkah Presiden Jokowi dan Sri Mulyani.

1. SBY memuji kalau Sri Mulyani dapat menangkal krisis

Melalui akun Twitternya, SBY mengenang Sri Mulyani sebagai sosok yang keras dan kritis. 

Lewat akun Twitter resminya, SBY mengenang Sri Mulyani sebagai sosok yang keras dan kritis. Sebagaimana diketahui, Sri Mulyani pernah juga menjabat sebagai Menteri Keuangan era Presiden SBY tahun 2005 hingga 2010.

“Ketika 7 tahun bekerja dgn SMI, SMI sering “keras & kritis”, meskipun tetap loyal. Menkeu model inilah yg bikin ekonomi aman & maju,” ucap SBY dalam akun Twitternya.

Tak hanya itu, SBY juga menyebut Sri Mulyani pernah menyelamatkan Indonesia dari serangan krisis ekonomi tahun 2008 silam.

“Sejarah mencatat, langkah rasional SMI & BI utk selamatkan perbankan nasional, bikin ekonomi kita selamat dari krisis global th 2008.”

Saat ini, SBY optimis dengan kembalinya Sri Mulyani akan meningkatkan laju perekonomian Indonesia.

“Sbg mantan pejabat senior Bank Dunia, SMI paham ttg pertumbuhan yg adil, pengurangan kemiskinan & ketimpangan, dan juga SDGs,” kata SBY.

BACA JUGA: Ahmad Dhani – Panglima AMJAS – Tolak Ahok Pemimpin Yang Zalim Sampai Titik Darah Penghabisan

2. SBY memuji Jokowi yang mengangkat Sri Mulyani menjadi menteri

Susilo Bambang Yudhoyono memuji langkah Presiden Joko Widodo mengangkat Sri Mulyani menjadi Menteri Keuangan.

Lewat akun Twitternya, SBY mengatakan Sri Mulyani sangat paham tentang pertumbuhan yang adil, pengurangan kemiskinan dan ketimpangan.

“Pengangkatan SMI (Sri Mulyani Indrawati) oleh Presiden Jokowi saya nilai sangat tepat. Bravo. Semoga tekanan berat thd APBN & fiskal bisa segera diatasi,” ucap SBY di akun Twitternya.

SBY tak lupa mengucapkan selamat kepada Sri Mulyani dan diharapkan bisa membangkitkan perekonomian Indonesia.

“Welcome home, Ibu Sri Mulyani. Selamat bertugas. Teruslah bekerja utk rakyat & Indonesia yg kita cintai bersama.”

3. SBY setuju pemangkasan anggaran Rp 133,8 triliun

Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono mengomentari kebijakan Menteri Keuangan, Sri Mulyani yang berencana memangkas anggaran sebesar Rp 133,8 triliun. Sri Mulyani berencana memangkas belanja kementerian/lembaga Rp 65 triliun serta dana transfer daerah sebesar Rp 68,8 triliun.

Lewat akun resmi Twitternya, SBY mengatakan bahwa rencana kebijakan Sri Mulyani sangat tepat dan memberikan harapan bagi perekonomian Indonesia.

“SMI (Sri Mulyani Indrawati) garis bawahi pengelolaan dan penertiban APBN/fiskal termasuk “spending cut”, serta peningkatan penerimaan pajak yg rasional,” ucap SBY dalam akun Twitternya.

SBY menilai Sri Mulyani sangat mengerti permasalahan ekonomi dua tahun terakhir, sehingga solusi yang dipilih sangat tepat dan memang diperlukan.

“Mungkin banyak pihak tak nyaman dgn langkah SMI, tetapi laksana obat yg mujarab, meskipun pahit akan menyembuhkan.”

Diberitakan sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani berencana memangkas belanja kementerian/lembaga Rp 65 triliun serta dana transfer daerah sebesar Rp 68,8 triliun. Pemangkasan anggaran Rp 133 triliun tersebut harus dilakukan karena adanya potensi penerimaan pajak 2016 yang cukup signifikan.

“Hal ini dikarenakan basis penghitungan target penerimaan pajak di tahun 2016 yang disetujui oleh DPR APBN-P itu basisnya masih menggunakan angka ekonomi yang cukup tinggi, yaitu target penerimaan 2 tahun sebelumnya dari 14, 15, kemudian ke-16,” jelas Sri Mulyani seperti ditulis Setkab, Kamis (4/8).

Menurut Sri Mulyani, pada 2014 saja, realisasi penerimaan pajak sekitar Rp 100 triliun di bawah yang ditargetkan di APBN-P. Sementara tahun lalu, realisasi penerimaan pajak sekitar Rp 248,9 triliun itu lebih kecil dari yang direncanakan.

BACA JUGA: John Barata: Minimnya Sanksi Terhadap Lio‎n Air Diduga Karena Lion Air Dibekingi Wantimpres

Tak tercapainya penerimaan pajak disebabkan harga komoditas turun, perdagangan turun dan ekonomi mengalami pelemahan. “Jadi kita lihat bahwa angkanya jauh lebih kecil,” ujarnya.

Oleh karena itu, Menkeu mengaku telah melaporkan kepada Presiden, Wapres, dan Sidang Kabinet, bahwa perlu untuk melakukan penyesuaian sehingga APBNP 2016 menjadi credible, sesuai tema dari Presiden adalah terus memperkuat kredibilitas dan confidence, serta trust.

“Jadi kredibilitas, confidence, dan trust itu harus ditegakkan, mulai dari angka-angka APBN yang bisa mencerminkan realita ekonomi yang kita hadapi,” tegas Sri Mulyani Indrawati.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ankara escort bayan escort ankara ankara escort ankara escort