Saat Putar Video Galaxy Note 7 Meledak Bocah 6 Tahun Terluka

Saat Putar Video Galaxy Note 7 Meledak Bocah 6 Tahun Terluka

Kasus Galaxy Note 7 meledak terus bergulir dan memakan korban. Kali ini korbannya adalah bocah usia enam tahun yang berasal dari Brooklyn, Amerika Serikat.

Dilaporkan New York Post, bocah lelaki itu mengalami luka bakar di bagian tangan saat sedang memainkan ponsel jumbo teranyar Samsung pada Sabtu (10/9).

“Anak ini sedang menonton video di ponsel lalu baterainya meledak,” ucap sang nenek, Linda Lewis. “Alarm kebakaran rumah saya sampai menyala.”

BACA JUGA: Samsung Terpaksa Menggeluarkan Dana Rp 13.5 Triliun Untuk Menarik Galaxy Note 7

Setelah ponsel Galaxy Note 7 itu terbakar, keluarga Lewis langsung menelepon 911. Sebelum pukul 20.00 waktu setempat, bocah malang itu langsung dibawa ke Downstate Medical Center.

“Dia sekarang sudah di rumah dan tidak mau berada di dekat ponsel apapun. Hanya bisa menangis ke ibunya,” katanya lagi.

Lewis juga mengaku bahwa keluarganya telah menghubungi pihak Samsung terkait insiden Galaxy Note 7 meledak tersebut.

Mayoritas ponsel pintar saat ini, termasuk Galaxy Note 7, menggunakan baterai yang bisa diisi ulang jenis lithium-ion (Li-ion). Yang menjadikan baterai rentan terbakar pada Galaxy Note 7, yakni reaksi kimia dalam energi padat di dalamnya saat perangkat dioperasikan.

Samsung diketahui telah menjual 2,5 juta unit Galaxy Note 7 di 10 negara. Di kawasan Australia, produsen asal Korea Selatan ini melaporkan telah menarik 51.060 unit ponsel dan bersedia menawarkan pilihan kompensasi berupa pengembalian uang, perbaikan, atau penggantian dengan ponsel tipe lain.

BACA JUGA: OvRcharge: Dengan Charger Ini Ponsel Anda Akan Melayang Selama Menjalani Proses Pengisian Daya

Akibat insiden ini, Samsung pun mengambil langkah untuk menarik kembali semua ponsel yang telah terjual dan menghentikan pemasaran hingga waktu yang belum bisa dipastikan.

Lembaga riset IDC melaporkan akibat penarikan produk di pasar (recall), Samsung bukan hanya mengalami kerugian dari sisi keuangan, tapi lebih penting menjadi sebuah respons yang tepat untuk menyelamatkan pamor merek

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *