Negara Pertama Di Dunia Yang Menjual Ganja Di Apotek Adalah Uruguay

Negara Pertama Di Dunia Yang Menjual Ganja Di Apotek Adalah Uruguay

Pernahkah Anda membayangkan kalau ganja bisa dijual bebas di apotek? Ternyata hal seperti ini sudah bisa ditemukan di salah satu negara di dunia. Adalah Uruguay yang menjadi negara pertama di dunia yang menjual ganja di apotek.

Saat ini jumlah penduduk Uruguay sekitar 3,4 juta orang, dimana sekitar 150.000 penduduknya adalah pengguna ganja aktif.

Sejak jaman dulu ganja sudah digunakan, di India sendiri sering disebut dengan bhang, charas, atau Ghana. Di Negara Mesir disebut dengan hasish, di Negara Afrika menyebutnya kef dan di Negara maju menyebutnya marijuana.

Efek negatif secara umum adalah bila sudah menghisap maka pengguna akan menjadi malas dan otak akan lamban dalam berpikir. Namun, hal ini masih menjadi kontroversi, karena tidak sepenuhnya disepakati oleh beberapa kelompok tertentu yang mendukung medical marijuana dan marijuana pada umumnya.

Pusat sistem syaraf manusia dapat terpengaruh oleh konsumsi ganja. Yang sering menjadi pecandu ganja adalah mereka yang emosinya tidak stabil atau terlibat kejahatan.

Pernyataan dari Encyclopedia Britanica bahwa akan timbul ilusi atau hal-hal aneh dalam pikiran untuk mereka yang mengisap ganja, biasanya orang yang menghisap ganja akan merasa, lapar, haus dan inginnya makanan yang manis.

Seseorang saat menggunakan ganja terlihat bermata sayu, merasa dirinya paling hebat, mengantuk, dan bahkan merasa sedang disiksa. Kecelakaan di jalan raya banyak sekali terjadi karena pengaruh konsumsi ganja.





Menurut ketua Dewan Obat Nasional Uruguay, Juan Andres Roballi, pendekatan itu dilakukan sebagai langkah terakhir dalam pelaksanaan aturan yang disetujui pada 2013 untuk memungkinkan produksi, penjualan dan penggunaan ganja secara bebas.

“Ganja akan didistribusikan ke farmasi dimulai Juli. Kira-kira dalam dua minggu pertama Juli,” kata Andres yang juga merupakan pembantu Presiden.

Berdasarkan undang-undang penjualan ganja di Uruguay, orang yang ingin membeli ganja diharuskan untuk mendaftar sebagai pengguna ganja. Hal ini untuk memastikan bahwa mereka sudah memenuhi prosedur perizinan dan tidak tidak diizinkan untuk membeli melebihi batas maksimum sebanyak 40 gram setiap bulan.

Menurut Juan Andres Roballi, pendaftaran yang akan dimulai pada 2 Mei 2017 tersebut, hanya akan dibuka kepada rakyat Uruguay atau penduduk tetap.

Sekretaris Jenderal Dewan Obat Nasional Diego Olivera menambahkan bahwa ganja di apotek akan dijual dengan harga US$ 1.30 atau sekitar Rp 17.348 per gram.

Olivera menambahkan bahwa ganja di apotek  tersebut akan dijual dalam paket lima atau 10 gram dan sebagian besar hasil penjualanan akan digunakan untuk membiayai program pencegahan narkotika pemerintah.

Cara Dapat Tips Internet Gratis Dan Daftar Free Member SB1M

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *