Mengenal Penyebab Penyakit Autoimun Yang Lebih Sering Menyerang Perempuan Dan Anak-anak

Mengenal Penyebab Penyakit Autoimun Yang Lebih Sering Menyerang Perempuan Dan Anak-anak

Penyakit autoimun berkembang ketika sistem kekebalan tubuh (imun) Anda salah dalam menilai sel sehat yang ada dalam tubuh Anda. Sel sehat dalam tubuh dikenal oleh sistem imun sebagai zat asing. Akibatnya, sistem kekebalan tubuh Anda mulai memproduksi antibodi yang akan menyerang dan merusak sel sehat dalam tubuh Anda tersebut. Apa penyebab penyakit autoimun?

Autoimun dikenal penyakit mematikan dan membutuhkan biaya kesehatan yang cukup tinggi.

“Autoimun adalah suatu sistem imun yang error. Pada penyakit autoimun, antibodi yang melindungi tubuh malah berbalik menyerang tubuh dan tidak tahu siapa musuh, siapa kawan,” terang Dr.dr.Iris Rengganis Sp. PD, KAI yang juga merupakan seorang penyintas Autoimun, ketika berbicara dalam acara peluncuran buku’Autoimmune The True Story’ di Jakarta, Minggu (9/7/2017).

Dalam studi epidemiologi di dunia, teridentifikasi lebih dari 100 jenis penyakit autoimun. Di Amerika Serikat, tercatat 50 juta penduduknya merupakan penyintas Autoimun dengan 80% terdiri dari perempuan dan anak-anak.

“Kami banyak melakukan sosialisasi bagaimana ibu harus memperhatikan pola hidup sehat saat hamil, juga melakukan imunisasi pada anak dan ketika lahir, memberi makanan sehat meski banyak makanan pendamping ASI siap saji,” tambah drg. Siska Liliana Muliadi dalam acara yang sama.

Menurut kata Iris Rengganis, penyebab penyakit autoimun masih belum diketahui secara pasti.

“Jujur, Kita belum tahu apa penyebabnya sekarang. Genetik? bisa ya bisa tidak, begitupun lingkungan. Infeksi bakteri, infeksi virus dan kemudian ada antibodi yang error, itu juga baru sebuah teori,” tambahnya.

Walaupun belum diketahui penyebab penyakit autoimun, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KP3A) dan Marisa Cardoba Foundation mengeluarkan program nasional untuk penyintas Autoimun dengan nama ‘Lima Dasar Hidup Sehat’.




Pertama, gaya hidup sehat dengan cara mengonsumsi makanan sehat, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala serta selalu menjaga kebersihan tubuh maupun lingkungan.

Kedua, aktif mandiri seperti melakukan olahraga 30 menit setiap hari serta mencoba hal kecil namun memiliki manfaat besar seperti menanam bahan pangan sendiri.

Ketiga adalah melakukan pengendalian stres dengan cara rajin melakukan ibadah, kerap berkomunikasi secara positif serta melakukan manajemen waktu yang baik.

Keempat, terus belajar dengan cara bergabung dengan komunitas pelajaran, mengetahui hak dan kewajiban pasien, mengetahui informasi obat serta mengelola keuangan dengan baik.

Kelima, hidup positif. Selalu menyeimbangkan otak dan pikiran, bekerja cerdas serta senyum setiap saat merupakan salah satu kunci dasar hidup sehat.

“Tidak untuk penyintas saja, tetapi juga sebagai pencegahan. Jangan pernah berputus asa, harus bangkit dan berdaya. Jangan merasa menjadi korban atau dijadikan alasan. Kita harus tetap semangat,” tutup Siska Liliana Muliadi.

BACA JUGA:

Cara Mendapatkan Uang Dari Bisnis Online Dengan Belajar Di Kursus Internet Marketing Terbaik Di Indonesia

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *