Luar Biasa !!! Dari 5 Pabrik Yang Produksi Obat Palsu Ini Disita 42 Juta Butir Obat Senilai Rp 30 Miliar

Dari 5 Pabrik Yang Produksi Obat Palsu Ini Disita 42 Juta Butir Obat Senilai Rp 30 Miliar

Sebanyak lima pabrik yang memproduksi obat palsu dan berlokasi di Balaraja Tangerang, telah digerebek oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Direktorat V Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri. Penggerebekan yang merupakan hasil dari penyelidikan selama delapan bulan dilakukan pada Jumat (2/9/2016).

Dari penggerebekan ini maka disita sebanyak 42 juta obat, baik palsu maupun yang tidak memiliki izin edar yang senilai dengan Rp 30 miliar.

BACA JUGA: Heboh Dan Viral: Pernikahan Remaja 18 Tahun Asal Malaysia Dengan Wanita Berusia 42 Tahun

Menurut Kepala BPOM Penny K Lukito, obat yang disita itu berjenis Trihexyphenydyl, Heximer, Tramadol, Carnophen, Somadryl, dan Dextrometorphan. Obat-obat tersebut jika dikonsumsi bisa menyebabkan efek halusinasi yang berbahaya.

Dari pabrik yang digerebek juga ditemukan jenis obat yang izin edarnya di Indonesia sudah ditarik, namun masih diproduksi. Misalnya obat batuk Dextromethorphan yang sudah dilarang peredarannya oleh BPOM. Obat ini sering disalahgunakan karena menimbulkan efek halusinasi.

Yang lebih mengejutkan adalah bukan hanya obat-obatan kimiawi yang ditemukan, namun juga berhasil ditemukan obat tradisional yang dipalsukan. Obat tradisional ini tidak menggunakan bahan baku tumbuhan herbal, melainkan para pelaku menambahkan bahan kimia yang berbahaya.

Dari hasil penelusuran pihak Kepolisian dan BPOM, obat-obat tersebut banyak digunakan di kalangan remaja. Harga obat yang murah dan seringkali digunakan untuk sensasi mabuk lah yang membuat banyak kalangan remaja yang menggunakan obat palsu ini.

Misalnya obat Tramadol itu ada efek pain killer konsentrasi tinggi, yang jika digunakan di luar dosis dapat membuat mabuk. Karena memiliki efek negatif, maka obat-obat tersebut digolongkan sebagai obat-obat tertentu dan hanya digunakan untuk pelayanan kesehatan dan ilmu pengetahuan.

Menurut Wakil Kepala Bareskrim Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Antam Novambar. di beberapa kejadian kecelakaan lalu lintas dan setelah diperiksa maka pengemudinya banyak yang meminum obat jenis di atas. 

BACA JUGA: Orang Ini Kebelet Ingin Buang Air Besar Saat Berada Di Shanghai Metro Train. Apa Yang Terjadi Berikutnya Sungguh Mengejutkan…

Lebih lanjut Antam mengatakan kalau obat-obat yang diproduksi di Balaraja tersebut banyak beredar di wilayah Kalimantan Selatan. Kebanyakan para pelaku tindak pidana mengkonsumsi obat-obat tersebut sebelum melakukan kejahatan. 

Dalam upaya untuk mengungkap siapa aktor intelektual pembuatan obat palsu ini maka saat ini polisi telah memeriksa sebanyak 15 saksi. Terhadap barang bukti telah dilakukan penyitaan dan setelah mendapat persetujuan pengadilan akan segera dilakukan pemusnahan.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *