Ladies, Jagalah Payudara Anda Dari Kanker Payudara Yang Mematikan

Ladies, Jagalah Payudara Anda Dari Kanker Payudara Yang Mematikan

Penyakit kanker salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Pada 2012, sekitar 8,2 juta kematian disebabkan oleh kanker. Kanker paru, hati, perut, kolorektal, dan kanker payudara adalah penyumbang terbesar kematian akibat kanker.

“Di Indonesia, kasus baru kanker payudara menjadi kasus kematian tertinggi dengan angka 21,5 pada setiap 100.000. Yang memprihatinkan, 70 persen pasien kanker payudara baru datang ke fasilitas kesehatan pada stadium lanjut,” ungkap Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), Linda Gumelar September lalu seperti dikutip dari Antara.

Kanker payudara adalah kanker yang paling lazim menghinggapi kaum Hawa, walaupun laki-laki juga bisa mengalaminya. Namun, persentase kanker payudara pada pria hanya sebesar 1% dari jumlah kanker yang menyerang kaum Adam.

BACA JUGA: Ikuti 5 Langkah Tepat Ini Untuk Mendapatkan Payudara Yang Sehat

Sementara itu, wanita terkena risiko 90% lebih besar terkena kanker payudara, penyakit ini dapat menjangkiti satu dari sepuluh wanita di dunia. Umur menjadi faktor risiko yang paling berpengaruh, karena wanita yang lebih tua yang telah melewati masa menapouse memiliki risiko terbesar terkena kanker payudara. (Buckman dan Whittaker, 2000).

Wanita di usia 25 tahun, memiliki risiko terkena 1 : 20.000, wanita usia 35 tahun, terkena risiko 1 : 600, dan risiko ini bertambah menjadi 1 : 50 di usia 50 tahun. Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 30% dari kematian akibat kanker disebabkan oleh lima faktor risiko perilaku dan pola makan.

Pertama, adalah indeks massa tubuh yang tinggi, kedua, kurangnya konsumsi buah dan sayur, ketiga, kurang aktivitas fisik, keempat, merokok, dan terakhir konsumsi alkohol berlebihan.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar 2013, Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan faktor perilaku dan pola makan memiliki peran penting terhadap timbulnya kanker. Secara umum, kurangnya konsumsi sayur dan buah merupakan faktor risiko tertinggi pada semua kelompok umur.

Tips Dan Rahasia Sederhana Dan Tersukses Agar Dapat Diterima Kerja

Proporsi penduduk yang merokok, obesitas, dan sering mengonsumsi makanan berlemak tertinggi pada kelompok umur 25-34 tahun, 35-44 tahun, dan 45-54 tahun. Sementara itu, kebiasaan mengonsumsi makanan dibakar/dipanggang dan mengonsumsi makanan hewani berpengawet cenderung lebih tinggi pada kelompok umur yang lebih muda.

Karsinogen, atau zat pemicu kanker timbul pada konsumsi makanan dan perilaku merokok serta kebiasaan meminum alkohol. Zat ini akan mengendap dalam tubuh dan bekerja mengubah DNA seseorang sehingga mengganggu proses normal biologis, membuat sel-sel tubuh bermutasi dan berkembang lebih cepat dan menimbulkan kanker.

Risiko terjadinya “mutasi” akan semakin bertambah seiring dengan pertambahan usia, hal ini dikarenakan tubuh seseorang yang semakin berumur maka bekerja tak lagi seoptimal saat masih belia. Inilah penyebab kanker diderita oleh orang yang berumur lebih tua.

Dengan memulai hidup sehat, mengubah faktor risiko perilaku dan pola makan akan mencegah lebih dari 30% risiko terkena penyakit kanker. Untuk itu, perlu dilakukan upaya pencegahan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengenali gejala dan risiko penyakit kanker. Sehingga langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini dapat dilakukan dengan tepat.

Sama dengan kanker lainnya, semakin cepat kanker payudara didiagnosis, semakin besar keberhasilan pengobatannya. Salah satu cara untuk memastikan bahwa kanker payudara diketahui sedini mungkin adalah dengan memeriksakan payudara (Buckman dan Whittaker, 2000).

BACA JUGA: Solusi Biaya Pengobatan PENYAKIT KRITIS yang Membuat Anda JATUH MISKIN

Deteksi dini ini dapat dilakukan sendiri setiap bulannya dengan meraba bagian sekitar payudara. Kanker payudara stadium 1 memiliki ciri-ciri munculnya benjolan di payudara atau bawah ketiak, biasanya akan lebih terasa saat masa menstruasi.

Ciri kedua adalah warna kulit payudara yang berubah menjadi kemerahan, seperti terjadi iritasi, dan tekstur kulit terasa seperti kulit jeruk. Ciri terakhir adalah munculnya perubahan pada bagian puting disertai rasa nyeri, ditandai dengan keluar cairan tidak normal dari puting atau puting melesak. Antisipasi sejak dini bagi para wanita jadi kunci untuk menekan risiko buruk dari kanker payudara.

Cara Mendapatkan Uang Dari Bisnis Online Dengan Belajar Di Kursus Internet Marketing Terbaik Di Indonesia

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *