John Barata: Minimnya Sanksi Terhadap Lio‎n Air Diduga Karena Lion Air Dibekingi Wantimpres

Minimnya Sanksi Terhadap Lio‎n Air Group Diduga Karena Lion Air Dibekingi Wantimpres

Delay hingga belasan jam pada lima jadwal penerbangan yang dua di antaranya terjadi sejak Minggu 31 Juli 2016 petang hingga Senin 1 Agustus belum juga diselesaikan. Jadwal penerbangan yang molor itu terjadi dari Bandara Soekarno-Hatta menuju beberapa kota di antaranya Bengkulu, Banjarmasin, Lombok, dan Surabaya. Akibat delay tersebut, penumpang sempat nekat memblokir runway di Terminal 1 A Bandara Soetta. Berdasarkan informasi dari petugas Officer in Charge Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, dua jadwal yang belum berangkat adalah Lion Air JT 650 tujuan Lombok, dan JT 630 tujuan Bengkulu.

Edward – Direktur Utama Lion Air – menerangkan, delay berkepanjangan ini disebabkan permasalahan teknis yang dialami pesawat dan pergantian kru maskapai yang membutuhkan waktu lama. Maskapai ini harus mengganti kru dikarenakan dampak delay pada siang hari yang disebabkan masalah operasional dan terdapat beberapa pesawat yang mengalami masalah teknikal.

BACA JUGA: Freddy Budiman Mengaku Sudah Memberi Uang 450 Miliar Ke BNN Sebagai Uang Setor

Pengamat Penerbangan John Barata menilai seharusnya ada sanksi yang tegas terhadap Lion Air Group terkait delay penerbangan yang sering dilakukan oleh pihak maskapai tersebut.

Menurut John Barata, minimnya sanksi terhadap Lio‎n Air Group diduga lantaran Rusdi Kirana saat ini tengah menjabat Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

“Lion Air kan punyanya Rusdi Kirana, tapi dia Wantimpres kan, makanya diserahkan sama Edward Sirait. Nah, sudah jelas Lion Air dibekingi Wan‎timpres,” ujar John Barata.

John juga menceritakan, banyaknya kesalahan yang dilakukan oleh pihak Lion Air karena kesalahan prosedural. Dalam hal ini, John menilai ketika Rusdi Kirana yang akan membeli sekira 230 pesawat jenis Boeing pada awal tahun 2015.

“Nah saya mau cerita nih, ini fakta nih, dulu kan pernah ada mau beli 230 Boeing. Nah masuk akal enggak? 230 mau beli akan dikemanakan? Nah pilotnya banyak kan, mau nyari dimana?” kata John.

BACA JUGA: Maman Imanulhaq: Penggunaan Pengeras Suara Di Tempat Ibadah Perlu Diatur Untuk Mencegah Konflik

Sementara itu, pada saat ini pihak Lion Air Group justru menyalahkan pilotnya dalam delay penerbangan pada Selasa, 10 Mei 2016, lalu. Padahal, ‎Menurut John, pilot maskapai Lion Air justru mengalami banyak tekanan dalam bekerja.

“Itu yang paling enak, dia selalu menyalahkan pilotnya, padahal pilotnya selalu ditekan, padahal jadi pilot itu enggak gampang, jangan selalu salahin pilotnya dong,” jelasnya.

“Ini kan salah operasional. Nafsu besar tenaga kurang. Lion harus mengurangi jumlah flightnya sesuaikan dengan keberadaan jumlah pesawat dan jumlah cockpit crew,” tukasnya.

sumber: news.okezone.com

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *