Inilah 8 Jenis Penyakit Yang Rencananya Tidak Akan Ditanggung Oleh BPJS Kesehatan. Apa Saja?

Inilah 8 Jenis Penyakit Yang Rencananya Tidak Akan Ditanggung Oleh BPJS Kesehatan. Apa Saja?

Saat ini, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sedang mengalami defisit keuangan. Sehingga ada rencana dari BPJS Kesehatan dimana, sejumlah penyakit tertentu tak lagi menjadi pertanggungan pembiayaan pengobatannya. Apa saja 8 jenis penyakit yang rencananya tidak akan ditanggung oleh BPJS dan apa alasannya?

Dengan tidak menanggung jenis penyakit tertentu tersebut, maka sebagai gantinya, BPJS Kesehatan berencana untuk melibatkan peserta untuk mendanai biaya perawatan (cost sharing) untuk penyakit yang butuh perawatan medis lama dan berbiaya tinggi (katastropik).

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris mengatakan, pembiayaan perawatan penyakit katastropik selama ini cukup menguras kantong BPJS Kesehatan.




Setidaknya ada delapan penyakit katastropik yang akan dipilih untuk dibiayai dengan skema cost sharing. Berikut ini adalah 8 jenis penyakit katastropik yang tidak ditanggung secara penuh oleh BPJS Kesehatan:

1. Jantung
2. Gagal ginjal
3. Kanker
4. Stroke
5. Sirosis hepatitis
6. Thalasemia
7. Leukimia
8. Hemofilia.

Untuk penyakit jantung misalnya, sepanjang Januari-September 2017 saja, ada 7,08 juta kasus dengan total klaim mencapai Rp6,51 triliun.
Pada tahun 2016, ada 6,52 juta kasus dengan total biaya Rp7,48 triliun.

Bahkan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, ada 10,80 juta kasus dari delapan penyakit katastropik yang menguras biaya BPJS Kesehatan sebesar Rp12,29 triliun.
Jumlah itu setara dengan 19,68 persen dari total biaya pelayanan kesehatan yang BPJS Kesehatan hingga September 2017.

“Cost sharing ini harus kami sampaikan supaya masyarakat tidak kaget,” kata Fahmi, (23/11/2017).

Meski begitu, Fahmi masih belum merinci porsi pendanaan perawatan (cost sharing) yang akan dibebankan kepada peserta BPJS Kesehatan. Pasalnya, hingga kini BPJS Kesehatan masih menghitung rincian beban yang akan dibagi bersama peserta jaminan kesehatan nasional (JKN).

Yang pasti, kata Fahmi, cost sharing ini tidak akan berlaku bagi seluruh peserta BPJS Kesehatan. Cost sharing hanya akan berlaku bagi peserta JKN dari golongan mampu atau peserta mandiri. Hingga akhir 2017 diperkirakan peserta BPJS 183,13 juta orang.

Bosan Jadi Karyawan? Ikuti Suasana Baru Di Kursus Internet Marketing SB1M Community
Wakil Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Saleh Partaonan Daulay meminta BPJS Kesehatan membuat simulasi terkait dampak kebijakan 8 jenis penyakit yang tidak ditanggung oleh BPJS tersebut terhadap defisit BPJS Kesehatan.

“Kami di DPR meminta agar jangan seluruh biaya perawatan (katastropik) dibayar BPJS semua,” katanya. Masalahnya, jika berbagi beban, mestinya bebas antrean dan tak menjadi program wajib.

BACA JUGA:

Kupas Tuntas Strategi Jualan LARIS Di Facebook

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

porno izleücretsiz porno
Diyarbakır escort instagram takipci hilesi ataşehir escort