Hati-hati! Kopi Instan Mengancam Kesehatan. Apakah Benar?

Hati-hati! Kopi Instan Mengancam Kesehatan. Apakah Benar

Tidak dipungkiri bahwa ada sebagian orang yang mengatakan kalau mengonsumsi secangkir kopi adalah satu hal yang wajib dan pantang untuk dilewatkan setiap hari. Akan tetapi adanya aktivitas yang padat menyebabkan banyak orang tidak memiliki banyak waktu untuk menikmati ritual minum kopi. Akhirnya, kopi instan kemasan sachet, sering menjadi satu-satunya pilihan. Selain mudah penyiapannya, kopi instan juga relatif murah. Apakah benar kopi instan mengancam kesehatan tubuh?

Dalam beberapa hal, sesuatu yang instan hampir pasti memiliki dampak yang kurang baik. Lantas apakah hal ini juga berlaku untuk kopi instan? Benarkah kopi instan mengancam kesehatan?

Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang dimaksud dengan kopi instan adalah produk kering mudah larut dalam air, dengan kandungan kafein tidak kurang dari 2 persen, dan tidak lebih dari 8 persen.

Jenis kopi ini diperoleh seluruhnya dengan cara mengekstrak dengan air dari biji kopi yang telah disangrai. Lalu bagaimana dengan kandungannya?

Pada beberapa merek kopi instan, ditemukan kandungan akrilamida yang sangat tinggi. Akrilamida adalah senyawa beracun yang melalui beberapa penelitian telah terbukti menyebabkan kanker pada hewan. Menurut Food and Drug Administration (FDA), akrilamida juga bisa menyebabkan kerusakan saraf.

Pada beberapa jenis makanan, senyawa ini dapat terbentuk secara alami saat mengalami pemanasan suhu tinggi. Sejauh ini, peneliti belum menemukan dan belum mengetahui pasti bahaya senyawa beracun ini dalam makanan, namun penelitian masih terus dilakukan.

Mengutip Livestrong, senyawa ini nyatanya telah ditemukan dalam kemasan kopi instan yang beredar. Beberapa merek dan jenis kopi instan memiliki jumlah akrilamida yang sangat tinggi, dibandingkan dengan kopi bubuk.

Cara Dapat Tips Internet Gratis Dan Daftar Free Member SB1M
Di samping itu, kandungan kafein pada kopi instan sangat rendah. Dibandingkan kopi bubuk yang diproses langsung dari biji kopi, jumlah kafein dalam kopi instan cenderung lebih rendah.

Jika dibandingkan, kopi bubuk memiliki kandungan 70-140 mg kafein, sementara pada kopi instan hanya sekitar 30-90 mg. Perbedaan ukuran ini tentu akan memengaruhi dampak dari kopi.

Padahal mengonsumsi kafein dengan dosis yang pas bisa membawa manfaat bagi tubuh. Kafein memiliki manfaat alami dalam meningkatkan konsentrasi, sehingga turut membantu proses pembentukan daya ingat di otak.

Mengonsumsi kafein sebanyak 200-300 mg/hari atau setara dengan 2-4 gelas kopi/ hari, merupakan batas aman yang bisa ditoleransi oleh orang dewasa yang sehat secara fisik.

Kopi instan yang banyak beredar di pasaran di Indonesia umumnya mengandung banyak pemanis dan krim. Kalau dikonsumsi secara berlebihan, maka kopi instan bisa saja mendatangkan penyakit. Salah satunya adalah diabetes. Untuk itu

Di Indonesia, kopi instan yang banyak beredar di pasaran juga biasanya banyak mengandung pemanis dan krim. Jika dikonsumsi secara berlebihan, kopi instan dapat mendatangkan penyakit, salah satunya diabetes. Karena itu, terlepas bahwa kopi instan mengancam kesehatan, sangat disarankan untuk membatasi konsumsi kopi instan.

BACA JUGA:




Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

porno izleücretsiz porno
Diyarbakır escort instagram takipci hilesi ataşehir escort