Freddy Budiman Mengaku Sudah Memberi Uang 450 Miliar ke BNN Sebagai Uang Setor

Freddy Budiman Mengaku Sudah Memberi Uang 450 Miliar ke BNN Sebagai Uang Setor

Freddy Budiman – terpidana mati kasus peredaran narkoba – menjadi yang pertama dalam urutan eksekusi mati tahap ke tiga yang telah dilaksanakan di Lapangan Tembak Tunggal Panaluan, Nusakambanga, Cilacap, Jawa Tengah pada Jumat 29 Juli 2016.

Sebelum dieksekusi, maka Freddy Budiman bercerita kepada Haris Azhar – koordinator KontraS – bahwa dia mengaku kalau pernah memberikan sejumlah uang kepada BNN dan juga petinggi Polri sebagai ‘uang setor’ bisnis narkobanya.

Berikut ini adalah cuplikan cerita Freddy Budiman kepada Haris :

“Dalam hitungan saya selama beberapa tahun kerja menyelundupkan narkoba, saya sudah memberi uang 450 Miliar ke BNN. Saya sudah kasih 90 Miliar ke pejabat tertentu di Mabes Polri. Bahkan saya menggunakan fasilitas mobil TNI bintang dua, di mana si jendral duduk di samping saya ketika saya menyetir mobil tersebut dari Medan sampai Jakarta dengan kondisi di bagian belakang penuh barang narkoba. Perjalanan saya aman tanpa gangguan apapun,” kata Freddy.

BACA JUGA: Didi Turmudzi: Reshuffle Ini Melihat Sebelah Mata Orang-Orang Sunda. Orang Pasundan, Kecewa Banget

Menanggapi informasi tersebut, Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian akan melakukan penyelidikan mengenai kebenaran cerita Freddy tersebut.  Selain menyelidiki soal kebenaran, Tito juga sudah mengutus Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Boy Rafli Amar untuk menemui Harris.

“Saya tugaskan Pak Kadiv Humas untuk bertemu Pak Haris Azhar, kalau memang ada data lengkap akan kami follow up,” kata Tito, Jumat (28/7/2016) di Mabes Polri.

Tito menambahkan, apabila informasi yang didapat hanya data seperti yang viral itu saja. Maka menurut Tito bisa diterjemahkan itu adalah alasan yang Freddy Budiman untuk menunda eksekusi
“Supaya ramai jadi tunda eksekusi,” katanya.

Sebagaimana diketahui pemerintah telah melakukan eksekusi mati kepada 4 terpidana mati tersebut, karena kasus narkoba. Pada awalnya, pemerintah akan melakukan eksekusi mati kepada 14 terpidana mati, namun atas beberapa pertimbangan, pada gelombang ketiga, hanya dilakukan kepada 4 terpidana mati.

Berikut ini daftar terpidana mati gelombang ketiga yang telah dieksekusi:

1. Freddy Budiman (Indonesia)
2. Seck Osmane (Senegal)
3. Michael Titus Igweh (Nigeria)
4. Humphrey Ejike alias Doctor (Nigeria)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *