Direktorat Jenderal Bea Cukai Mengkaji Usulan Menaikkan Harga Rokok Menjadi Rp 50 Ribu Per Bungkus

Direktorat Jenderal Bea Cukai Mengkaji Usulan Menaikkan Harga Rokok Menjadi Rp 50 Ribu Per Bungkus

Saat ini Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) sedang mengkaji usulan untuk menaikkan harga rokok menjadi Rp 50 ribu per bungkus. Banyak faktor yang dijadikan pertimbangan jika ingin menaikkan tarif cukai rokok, salah satunya adalah dari sisi aspek ekonomi, sehingga perusahaan terpaksa menjual rokok seharga tersebut.

Menurut Heru Pambudi – Direktur Jenderal Bea Cukai – jika pemerintah ingin menaikkan harga rokok menjadi Rp 50 ribu per bungkus maka pertimbangannya bukan saja dari sisi kesehatan, namun juga dari aspek ekonomi, seperti industri, petani dan keberlangsungan penyerapan tenaga kerja. 

Usulan kenaikan harga cukai rokok ini harus dikomunikasikan dengan semua stakeholder, baik yang pro kesehatan maupun yang pro industri. Dan juga petani, karena pasti ada unsur tarik ulur. Jika hanya mendengarkan kepada salah satu saja, maka pasti akan ada yang dirugikan.

BACA JUGA: Orang Dengan Kondisi Tertentu Ini Berisiko Besar Untuk Terkena Penyakit Lupus. Apa Saja…

Kenaikan harga rokok yang terlalu signifikan pasti akan memiliki dampak negatif bagi industri. Bahkan efek buruk lainnya adalah peredaran atau penyelundupan rokok ilegal bisa meningkat. Oleh sebab itu harus dicari titik optimumnya.

Heru Pambudi berharap arga rokok di Indonesia dapat naik secara bertahap sesuai dengan peta jalan (roadmap) pemerintah sehingga tidak menimbulkan efek buruk yang berakibat pada kerugian ekonomi.

Mengenai kebijakan cukai rokok di tahun depan, Heru mengaku belum dapat memberikan jawaban yang pasti. Karena kebijakan tersebut harus mempertimbangkan kenaikan target produksi ‎rokok perusahaan.

“Kalau keluar kebijakan kenaikan tarif cukai rokok di 2017, itu akan dipengaruhi peningkatan produksi rokok yang mulai ancang-ancang dilakukan perusahaan pada Oktober, November atau Desember 2016,” paparnya.

BACA JUGA: Inilah Manfaat Minum Air Madu Hangat Setiap Pagi. Diantaranya…

Untuk informasi, usulan harga rokok menjadi Rp 50 ribu per bungkus adalah hasil studi dari Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Hasbullah Thabrany.

Di studi ini disebutkan kalau adanya kemungkinan para perokok akan berhenti merokok jika harga cukai rokok dinaikkan dua kali lipat dari harga normal. Hasil studi tersebut mengungkapkan kalau 80 persen bukan perokok setuju jika harga rokok dinaikkan. 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *