Didi Turmudzi: Reshuffle Ini Melihat Sebelah Mata Orang-Orang Sunda. Orang Pasundan, Kecewa Banget

Reshuffle Ini Melihat Sebelah Mata Orang-Orang Sunda

Di dalam susunan kabinet baru hasil reshuffle kabinet kerja jilid II maka nama Yuddy Chrisnandy dan Ferry Mursidan Baldan terdepak dari kabinet kerja Jokowi-Jusuf Kalla. Hal ini mengundang kritik dari para tokoh Sunda. Karena dua nama yang berasal dari Jawa Barat tersebut dinilai memiliki kinerja yang bagus saat masih menjabat sebagai Menpan RB dan Menteri Agraria dan Tata Ruang.

Ketua Umum Paguyuban Pasundan Didi Turmudzi mengatakan bahwa kepentingan dari perombakan dalam tubuh kabinet kerja ini hanyalah mewadahi dari partai yang bergabung mendadak di perjalanan. Tidak ada visioner ke depan untuk menyelesaikan masalah bangsa dan nagara dengan baik.

Didi menilai bahwa orang Sunda memiliki potensi besar yang bisa mendorong jalannya pembangunan dan di Jabar banyak orang potensial untuk membantu memecahkan masalah negeri ini. Selain Didi juga menyebutkan kalau perombakan kabinet yang dilakukan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dinilai tidak akan berdampak terhadap kualitas pembangunan.

BACA JUGA: Wiranto Dianggap Tidak Layak Menjadi Menko Polhukam, Dicap Pelanggar HAM

Didi mempertanyakan alasan kenapa Yuddy Chrisnandy dan Ferry Mursidan Baldan tidak dipertahankan karena kualitas dan kinerja ke dua menteri asal Jabar ini tidak terlalu mengecewakan.

Dia mengaku kecewa dengan perombakan yang kali kedua dilakukan Jokowi dan Jusuf Kalla ini. Baginya, keterwakilan suku adalah bagian dari sejarah berdirinya Indonesia untuk mengisi jabatan menteri.

“Saat pembentukan (Indonesia), menghendaki adanya penguatan kebersamaan di negara ini yang terkait dengan latar belakang berdirinya Indonesia. Ada kontrak sosial dengan suku-suku di Indonesia. Suku Sunda itu terbesar kedua di Indonesia,” paparnya.

Dengan terdepaknya Yuddy dan Ferry, maka tidak ada lagi tokoh Sunda yang menjabat sebagai pembantu presiden. Sehingga menurut Didi, Reshuffle ini melihat sebelah mata orang-orang sunda. Orang Sunda dipandang sebelah mata dan patut merasa kecewa karena tidak ada yang mewakili dari kultur Sunda.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *