Bagaimana Cara Membedakan Gejala Batu Empedu Dan Mag Yang Mirip Dan Sering Membuat Orang Terkecoh?

Bagaimana Cara Membedakan Gejala Batu Empedu Dan Mag Yang Mirip Dan Sering Membuat Orang Terkecoh?

Bagaimana cara membedakan gejala batu empedu dan mag? Banyak orang yang sering terkecoh dengan gejala penyakit batu empedu dan mag. Hal ini dinilai wajar sebab gejala penyakit empedu dan mag mirip sehingga sulit dibedakan. Penyebab lainnya adalah karena lokasi kantung empedu dan lambung yang berdekatan, yakni sama-sama berada di dekat ulu hati.

Penyakit batu empedu, seperti pada umumnya mag, memiliki gejala nyeri di bagian kanan atas perut yang menyebar hingga punggung, bahu, dan dada depan dengan frekuensi yang tak tentu.

BACA JUGA: Inilah Solusi Mengatasi Biaya Pengobatan Yang Mahal 3 Jenis Penyakit Kritis Ini

Pasien yang mengidap batu empedu, juga akan merasa mudah lelah, mual, muntah, dan kembung sehingga sangat sering disalahartikan sebagai penyakit mag.

Apa itu batu empedu?

Empedu atau kantung empedu terletak di bagian perut sebelah kanan, di bawah hati. Kantong ini menyimpan empedu yang dihasilkan sel-sel hati, dan menghasilkan cairan empedu yang berfungsi menyerap lemak dan beberapa vitamin seperti A, D, E, dan K. Sedangkan batu empedu adalah hasil timbunan kristal di kantung atau saluran empedu.

Penyakit batu empedu terjadi saat cairan empedu mengendap, dan mengeras menyerupai batu sehingga mengganggu kinerja organ lainnya.

Ada tiga jenis batu empedu, yaitu:

  1. Batu kolesterol: batu yang terbentuk akibat penumpukan kolesterol melebihi jumlah garam empedu.
  2. Batu pigmen: terjadi saat jumlah bilirubin dalam empedu melebihi batas normal. Umumnya terjadi pada penderita anemia.
  3. Batu campuran: terjadi akibat campuran batu kolesterol dan batu pigmen.

Pasien yang memiliki batu empedu akan merasakan gejala nyeri yang dapat berlangsung selama 30 menit atau berjam-jam.

Yang membedakan gejala batu empedu dan mag adalah pada penyakit batu empedu akan disertai demam tinggi, gangguan pencernaan. gatal-gatal pada kulit, kuning pada mata dan kulit, serta kotoran berwarna pucat

Bagaimana cara pengobatan penyakit batu empedu?

Pengobatan batu empedu disesuaikan dengan ukuran batu. Jika tak terlalu besar, penanganan medis yang diberikan adalah dengan menggunakan preparat urododesoksikolat yang berfungsi melarutkan batu empedu dan mendorongnya keluar.

Namun, apabila batu tersebut berukuran lebih besar dari 0,8 sentimeter, maka penanganan yang diberikan lebih dari satu metode, yakni kolesistektomi terbuka, dan kolesistektomi laparoskopik.

Metode kolesistektomi terbuka dilakukan jika terjadi infeksi berat dan perlengketan, dan memerlukan perawatan selama empat hari. Sedangkan metode kolesistektomi laparoskopik, cukup satu hari saja.

BACA JUGA: Ikuti 5 Langkah Tepat Ini Untuk Mendapatkan Payudara Yang Sehat

Secara tradisional, batu empedu dipercaya dapat diobati dengan konsumsi sari apel, cuka, dan minyak zaitun. Sari apel dan cuka konon dapat melarutkan batu empedu, meski secara medis belum terbukti.

Sementara, minyak zaitun diyakini dapat mendorong batu empedu yang sudah larut agar bisa dikeluarkan lewat urine.

Pengobatan batu empedu harus didampingi diet serat larut, mengurangi asupan gula, tepung, dan lemak jenuh. Sebuah penelitian menyebutkan, mengonsumsi asam lemak omega-3 dan omega-9 dapat mencegah pembentukan batu empedu.

Kedua penyakit ini memiliki gejala yang mirip, semoga informasi cara membedakan gejala batu empedu dan mag di atas dapat bermanfaat.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *