Apa Saja Yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Gejala Virus Zika, Ciri-Ciri Dan Penyebabnya

Apa Saja Yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Gejala Virus Zika, Ciri-Ciri Dan Penyebabnya

Virus Zika pertama kali diidentifikasi pada tahun 1947 di negara Uganda. Temuan pertama kali dari kasus virus ini justru didapatkan dari kasus demam yang muncul pada kera asli endemik Uganda. Kemudian virus ini menjangkit manusia dan pernah menyerang sejumlah populasi manusia di kawasan Afrika secara meluas pada tahun 1954. Apa saja gejala virus Zika?

Di Indonesia, Lembaga Eikjman telah melaporkan kehadiran virus Zika kepada Kementerian Kesehatan. Peneliti Eikjman Institute menemukan virus tersebut saat terjadi wabah demam dengue di Provinsi Jambi pada periode Desember 2014 sampai April 2015.

BACA JUGA: 5 Fakta Penting Tentang Asma Yang Patut Anda Ketahui. Salah Satunya…

Bahkan di Singapura, pihak otoritas telah mengonfirmasi ada 41 orang yang telah terinfeksi (28/8/2016), sedangkan di Vietnam sudah ada dua warganya yang positif Zika (5/4/2016).

Temuan-temuan di atas bisa dibilang cukup mengejutkan karena umumnya virus ini menjadi endemik di kawasan Afrika dan area Pasifik. Virus Zika sangat jarang muncul di kawasan Asia Tenggara. 

Apa itu Virus Zika?

Virus Zika adalah anggota dari keluarga Flaviviridae dan ditularkan ke manusia oleh nyamuk. Infeksi virus Zika terjadi melalui perantara gigitan nyamuk Aedes, terutama spesies Aedes aegypti. Penyakit yang disebabkannya dinamakan sebagai Zika, penyakit Zika (Zika disease) ataupun demam Zika (Zika fever).

Gejala Virus Zika

Orang-orang yang telah terkena virus Zika maka akan merasakan beberapa gejala misalnya demam, nyeri sendi, sakit kepala, konjungtivitis (mata merah), nyeri punggung, ruam di wajah, leher, lengan atas, yang ada kemungkinandapat menyebar ke telapak tangan dan kaki.

BACA JUGA: Apa Saja Yang Termasuk Di Daftar Tujuh Jenis Makanan Yang Dapat Membantu Melawan Kanker Payudara

Gejala virus Zika dapat menyerupai gejala penyakit dengue dan chikungunya, serta dapat berlangsung beberapa hari hingga satu minggu. Adanya kesamaan di gejala awal, maka seringkali penyakit ini salah diidentifikasi sebagai penyakit demam berdarah.

Namun ada beberapa gejala virus Zika atau tanda khusus penyakit Zika, yaitu:

  • Demam cenderung tidak terlalu tinggi, kadang maksimal hanya pada suhu 38 derajat celcius. Cenderung naik turun sebagaimana gejala demam berdarah, tetapi tidak terlalu tinggi.
  • Muncul beberapa ruam pada kulit yang berbentuk makulapapular atau ruam melebar dengan benjolan tipis yang timbul. Kadang ruam meluas dan membentuk semacam ruam merah tua dan kecoklatan yang mendatar dan menonjol.
  • Muncul rasa nyeri pada sendi dan otot, kadang disertai lebam dan bengkak pada sendi dan otot seperti terbentur dan keseleo ringan.
  • Kerap muncul keluhan infeksi mata menyerupai konjungtivitas dengan mata kemerahan. Kadang warna sangat kuat pada bagian dalam kelopak sebagai tanda munculnya ruam pada bagian dalam kelopak mata.

Apakah virus Zika dapat berakibat fatal?

Tidak seperti demam berdarah maka virus Zika tidak menyebabkan kelainan berat, walaupun Zika merupakan flavivirus yang berhubungan dengan demam kuning, demam berdarah, West Nile dan virus ensefalitis Jepang.

Walaupun tidak menyebabkan kelainan berat, virus ini memiliki risiko terhadap janin pada wanita hamil. Virus telah dikaitkan dengan mikrosefali, sebuah kondisi dimana bayi memiliki kepala kecil dan perkembangan otak yang tidak lengkap.

Apakah sudah ada vaksin atau obatnya?

Sampai saat ini, belum ada vaksin atau obat untuk mencegah demam Zika. Umumnya pengobatan dilakukan untuk mengurangi gejala yang dirasakan oleh penderita Zika,  berupa pemberian cairan untuk mencegah dehidrasi, obat pereda rasa sakit untuk meredakan demam dan sakit kepala, serta istirahat yang cukup.

Penyakit yang memerlukan masa inkubasi 3 hari sebelum serangan ini juga kerap kali sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan medis yang serius.

BACA JUGA: Inilah 5 Fakta Mengejutkan Tentang Ejakulasi Dini Yang Wajib Diketahui Kaum Pria

Bagi pasien yang telah terinfeksi virus Zika diharapkan untuk menghindari gigitan nyamuk selama terjangkit virus ini karena virus Zika yang dapat bertahan lama di dalam darah penderita dapat menyebar ke orang lain melalui gigitan nyamuk.

Pencegahan Virus Zika

Mencegah gigitan nyamuk adalah salah satu tindakan pencegahan awal yang bisa membantu Anda terhindar dari infeksi virus Zika.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *