Anda Patut Waspada Jika Mengalami Kondisi Aritmia Yaitu Gangguan Irama Jantung. Sebab…

Waspada Jika Mengalami Kondisi Aritmia Yaitu Gangguan Irama Jantung

Peristiwa meninggalnya penyanyi Mike Mohede, yang disebabkan oleh serangan jantung, mengingatkan kita kalau akhir-akhir ini kasus serangan jantung sudah semakin sering terjadi. Orang banyak menyangka kalau serangan jantung itu terjadi secara mendadak. Padahal sebenarnya keadaan tersebut jarang berlangsung secara mendadak. Karena, biasanya jantung akan memberikan tanda-tanda jika ada masalah melalui detak jantung yang tidak beraturan atau adanya gangguan irama jantung.

Menurut dr Wenni Erwindia SpJP FIHA – dokter spesialis jantung RS BDH Surabaya – gangguan pada irama jantung dikenal dengan istilah aritmia. Pada kondisi aritmia dapat membuat jantung tidak mampu atau menyerah untuk memompa darah. Akibat fatalnya adalah kematian.

BACA JUGA: Inilah Gejala Dan Tanda-Tanda Dini Penyakit Hepatitis B Dan C Yang Patut Anda Waspadai

Gangguan irama jantung atau aritmia sendiri ada beberapa jenis, yaitu yang pertama adalah takikardi, dimana jantung berdetak sangat cepat sampai lebih dari 100 kali per menit. Sedangkan jenis yang lainnya adalah bradikardi, jantung yang berdetak terlalu lambat. Jenis bradikardi tidak boleh disepelekan. Ukuran ideal dari detak jantung adalah kurang dari 60 kali per menit.

Selain jenis yang di atas, maka jenis yang dianggap paling berbahaya adalah fibrilasi ventrikel. Pada jenis ini maka bilik jantung dan ventrikel bergerak terlalu cepat. Akibatnya adalah Anda akan kehilangan kesadaran atau kematian mendadak.

dr Wenni menyebutkan pada kasus fibrilasi ventrikel akan membuat jantung hanya bergetara, namum darah tidak mengalir. Ada beberapa penyebab munculnya kondisi ini, contoh struktur jantung yang membengkak sehingga arus listriknya terganggu. Disamping itu faktor lainnya adalah karena penyakit jantung koroner, hipertensi, dan diabetes.

Wenni menambahkan, untuk tidak menyepelekan kasus aritmia, karena penderita aritmia dapat mengalami kejang. Dan saat nadi diraba sudah tidak ada denyut lagi. Akibatnya adalah gagal jantung dan kematian mendadak.

Oleh sebab itu, sangatlah penting untuk mengetahui gejala penyakit jantung. Misalnya Anda sering merasakan jantung terasa berdebar-debar, padahal tidak ada faktor yang membuat kaget.

Jika Anda mendengar pintu dibanting atau mendengar suara sound system yang terlalu kuat dan merasakan jantung Anda berdebar, maka ini adalah hal yang wajar. Namun, jika tanpa ada sebab, jantung Anda berdebar dan saat nadi diraba berdetak dengan cepat, maka ini adalah tanda penyakit aritmia.

BACA JUGA: Stop Merokok !!! Studi Terbaru Rokok Dapat Menyebabkan Pendarahan Otak

Selain tanda atau gejala yang di atas, maka gejala penyakit jantung yang lain adalah sering merasa pusing atau nggliyeng. Hal ini disebabkan karena jantung berdetak sangat cepat sehingga aliran darah tidak mampu mencukupi ke otak. Sering juga terjadi ada gejala yang muncul yaitu keluhan napas pendek, lemas, dan mudah capek. Kalau hal ini dibiarkan maka, si penderita bisa sampai pingsan. Jika Anda merasakan gejala-gejala penyakit jantung di atas, segeralah kunjungi dokter Anda.

Gangguan irama jantung masih tetap bisa diobati, dengan menggunakan obat anti gangguan irama. Disamping itu, dokter juga ada yang memberi pengencer darah untuk menghindari gumpalan darah yang menjadi sumber stroke. Bisa juga kateterisasi dan penanaman implan alat pacu jantung langsung ke dada. 

Dengan alat pacu jantung, maka jika ada gangguan di jantung atau ada masalah gangguan irama jantung, maka alatnya akan mengejut sendiri ke jantung secara otomatis. 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *