Anda Merokok? Berhati-hatilah Sebab Perokok Memiliki Risiko Tinggi Disfungsi Ereksi

Anda Merokok? Berhati-hatilah Sebab Perokok Memiliki Risiko Tinggi Disfungsi Ereksi

Pada umumnya kebanyakan orang baru menyadari akan pentingnya kesehatan sesudah mengalami adanya gangguan pada tubuhnya. Contohnya, kebiasaan merokok yang seolah menjadi gaya hidup. Padahal dampak dari menghirup asap rokok baik bagi perokok pasif maupun aktif bisa menimbulkan berbagai penyakit, seperti risiko tinggi disfungsi ereksi.

Terkadang sebagian orang menganggap enteng gangguan tersebut sehingga akhirnya menjadi bertambah kronis. Tak ayal, pengobatan untuk penyakit pun tak jarang menghabiskan biaya yang tak sedikit.

Berdasarkan hasil riset, 22 persen perokok pasti akan mengalami serangan jantung, risiko tinggi disfungsi ereksi atau impotensi bagi kaum adam. Padahal bagi seorang pria kejantanan adalah salah satu senjata dalam membina keharmonisan rumah tangga.

Disfungsi seksual atau disfungsi ereksi merupakan gejala masalah biologis (biogenik) atau konflik intrapsikis atau interpersonal (psikogenik) atau kombinasi dari kedua faktor tersebut.

Asal muasal disfungsi ereksi ini bermula dari terjadinya penyempitan pembuluh darah yang menyebabkan kurang lancarnya darah mengalir ke penis penyebab ereksi tidak optimal.

Kemudian, beberapa penelitian menyebutkan kelompok perokok memiliki persentase disfungsi ereksi lebih besar. Makin banyak rokok yang dikonsumsi tiap hari, maka ketegangan penis semakin melemah.

Live Webinar SB1M Seumur Hidup
Selain disfungsi ereksi penyempitan pembuluh darah yang banyak disebabkan kurangnya suplai oksigen, menumpuknya lemak dalam pembuluh darah juga memicu berbagai penyakit kronis seperti serangan jantung, hipertensi (darah tinggi), diabetes dan glukoma.

Menurut laporan Massachusets Male Aging Study (MMAS), 52 persen pria berusia 40-70 tahun menderita disfungsi ereksi mulai dari ringan sampai kronis. Salah satu studi klinis melaporkan bahwa pria penderita penyakit jantung 39 persen di antaranya berisiko menderita disfungsi ereksi yang akut.

Hanya 10 persen kasus disfungsi ereksi disebabkan oleh faktor psikologis seperti stress, depresi atau perasaan khawatir. Sisanya atau 90 persen disebabkan oleh faktor fisik terutama akibat gangguan pembuluh darah.

Tentu pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Studi klinis menunjukkan, upaya pencegahan penyakit disfungsi ereksi dan jantung dan penyakit kronis lainnya dengan cara memperbaiki gaya hidup seperti berhenti merokok dan banyak mengonsumsi makanan yang sehat (tidak banyak mengandung kolestrol dan lemak), melakukan latihan fisik dan pemeriksaaan tekanan darah secara teratur serta menghidrup udara yang bebas polusi.

Cara tersebut bertujuan mengurangi kadar lemak dalam darah yang dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah. Namun jika penyakit tersebut sudah kadung diderita, ada baiknya berkonsultasi lebih lanjut dan tak ada salahnya juga mencoba pengobatan alternatif seperti terapi oksigen atau terapi oxybaric.

BACA JUGA:




Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ankara escort bayan escort ankara ankara escort ankara escort