7 Kebiasaan Yang Harus Dihindari Agar Kesehatan Gigi Anak Dapat Terjaga Dengan Baik. Diantaranya…

7 Kebiasaan Yang Harus Dihindari Agar Kesehatan Gigi Anak Dapat Terjaga Dengan Baik

Salah satu hal yang tidak dapat Anda abaikan pada anak Anda adalah bagaimana cara menjaga kesehatan gigi anak Anda. Walaupun Anda menganggap hal yang wajar jika seorang anak memiliki gigi yang rusak, tapi sebenarnya hal itu tidak sepenuhnya benar, karena tidaklah baik untuk kesehatan gigi dan mulut anak kalau dibiarkan terlalu lama.

Banyak efek buruk yang diakibatkan oleh kerusakan pada gigi anak, diantaranya adanya perubahan bentuk mulut dan tatanan gigi saat anak kelak dewasa nanti. 

Maka dari itu, perlu adanya pencegahan terhadap resiko kerusakan pada gigi anak-anak agar Anda tetap dapat menjaga kesehatan gigi anak serta memberikan hasil yang terbaik bagi mereka.

Hal ini akan sangat bermanfaat bagi mereka terlebih saat mereka dewasa karena pada umumnya, kesehatan dan kebersihan mulut dan gigi adalah salah satu penunjang rasa percaya diri yang paling utama pada mereka terlebih saat masa remaja.

Menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini penting untuk anak. Karena kesehatan gigi anak merupakan faktor penting dalam pertumbuhannya dan perkembangan anak itu sendiri. Namun nyatanya merawat gigi anak sering dikeluhkan sebagai perkara yang gampang-gampang susah.

Agar kesehatan gigi anak dapat terjaga dengan baik maka ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari oleh anak-anak. Berikut ini diantaranya:

1. Mengemut

Anak-anak pada umumnya gemar mengemut makanan dalam waktu yang lama. Hal ini dapat memicu gigi berlubang karena produksi saliva (air liur) berkurang, yang membuat turunnya kadar keasaman di rongga mulut.

2. Menggigit benda keras

Anak memiliki kebiasaan memasukkan berbagai macam benda ke dalam mulut seperti kuku, pensil, es batu, atau berbagai benda keras lainnya. Hal tersebut dapat menyebabkan gigi trauma atau mengalami fraktur. Selain itu, bakteri dalam benda-benda tersebut dapat masuk ke dalam tubuh anak dan menyebabkan gangguan infeksi atau gangguan pencernaan.

3. Menggunakan dot

Seringkali ibu memberi susu yang ditaruh dalam dot agar anak dapat tidur dengan cepat. Padahal, hal itu memungkinkan sisa susu menempel pada gigi, yang kemudian menjadi plak. Lebih baik jangan memberi anak minuman apapun setelah mereka menggosok giginya pada malam hari.

4. Mencamil snack dan minuman bersoda

Kebanyakan konsumsi makanan ringan, minum minuman bersoda atau yang berkadar gula tinggi dapat membuat keasaman (pH) dalam rongga mulut menurun. Selain itu, dapat menyebabkan lapisan gigi terluar (email) terkikis dan terjadi lubang.

5. Mengisap jari

Mengisap jari memang nyaman untuk anak-anak. Namun, hal tersebut memengaruhi bentuk kontur rahang sehingga gigi tumbuh secara tidak beraturan. 

6. Tidak berkunjung ke dokter secara rutin

Kebanyakan orangtua akan mengunjungi dokter gigi anak hanya ketika gigi anak bermasalah. Padahal, baiknya pemeriksaan gigi anak dilakukan sejak usia 1 tahun agar anak terbiasa dan tidak takut untuk pergi ke dokter gigi jika mengalami gangguan. Jika orang dewasa disarankan ke dokter gigi 2 kali setahun, maka untuk anak-anak sebaiknya 3 kali dalam setahun.

7. Cara menyikat gigi tak tepat

Tidak menyikat gigi sesuai dengan cara, frekuensi, dan waktu yang dianjurkan memberi pengaruh besar pada kesehatan gigi anak. Menyikat gigi dua kali sehari setelah sarapan dan malam sebelum tidur dapat mengurangi risiko gigi berlubang sebanyak 50 persen.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *